Datus Jambormias Dkk Diduga Serobot Tanah Milik Batmomolin-Wardity Untuk Kepentingan Bisnisnya

  • Whatsapp

SAUMLAKI,N25NEWS.com-Datus Jambormias dan kawan-kawannya diduga serobot tanah yang merupakan hak ulayat Batmomolin-Wardity untuk kepentingan bisnis mereka, tanpa memikirkan hak pemiliknya.

Diketahui, tanah Ngausepin adalah nama yang diberikan oleh para leluhur di desa Arma Kecamatan Nirunmas Kabupaten Kepulauan Tanimbar.

Selain itu, hampir semua masyarakat desa Arma mengetahui bahwa lokasi tanah tersebut adalah hak ulayat dari marga Batmomolin.Dimana, tanah itu diberikan secara adat oleh marga Batmomolin kepada keluarga Wardity, berdasarkan garis keturunan dalam dua keluarga tersebut.

Adapun, Datus Jambormias adalah mantan seorang guru dan pernah bekerja pada HPH dan sekarang tidak bekerja lagi pada perusahaan pengelola hasil hutan tersebut.

Ia (Datus Jambormias) diduga berusaha untuk mengacaukan sebagian masyarakat di desa Arma dengan tujuan merampas dan menyerobot tanah hak ulayat itu melalui cara yang licik melalui lobi ke sebagian para tua adat dan oknum pemerintah desa Arma, untuk surat pelepasan tanah, demi memperoleh sertifikat dari Badan Pertahanan Nasional (BPN) Kepulauan Tanimbar.

Diketahui pula Datus Jambormias hanya adalah pendatang yang tinggal di desa Arma.Selain itu, ia diduga kuat sengaja mengadudombakan marga Jambormias sendiri dengan mengklaim semua lokasi milik keluarga asli Jambormias di Arma, bahkan menyerobot lahan milik warga Arma lainnya seperti keluarga Wardity dan Pembuain.

Setelah wartawan N25NEWS.com, melakukan investigasi dilapangan atas permintaan salah satu marga di desa Arma agar bertemu langsung dengan marga yang mempunyai tanah hak ulayat.

Pertemuan pertama kali pada tanggal 25 Desember 2020,bersama ketiga keluarga yakni, keluarga Batmomolin, Wardity dan Pembuain.Dimana, dari hasil pertemuan itulah baru terungkap bahwa tanah hak ulayat tersebut diberikan kepada keluarga Wardity yang berbatasan dengan lokasi tanah keluarga Pembuain yang terletak di bagian Selatan desa Arma.

Adapun,pada pertemuan kedua pada hari Jumat malam tanggal (1/1/2021) di rumah keluarga Batmomolin.Pada pertemuan itu didapatkan kesepakatan bersama untuk melihat secara langsung tapal batas tanah antara ketiga Marga tersebut.Sedangkan perbatasan sebelah Utara dengan keluarga Lamber Tuarlela.

“Datus Jambormias tidak punya tanah di Ngausepin.Dan informasi yang kami dapatkan, Datus Jambormias berupaya menyerobot Lokasi-lokasi ulayat tertentu demi kepentingan bisnisnya kedepan,” ungkap salah satu keluarga Batmomolin pemilik tanah ulayat serta Nahemia Werdity, Amus Wardity dan Luther Wardity.

Akibat dugaan penyerobotan tanah ulayat itu, Datus Jambormias akhirnya dilaporkan ke Polsek Nirunmas oleh keluarga Wardity, guna Datus Jambormias menghentikan semua aktivitas penyerobotan tanah ulayat tersebut.

Sebelumnya, keluarga Wardity telah memasang tanda larangan (sweri adat) pada lokasi tersebut, bahkan pihak Polsek Nirunmas sudah memanggil kedua belah pihak, tetapi Datus Jambormias tidak mengindahkan arahan Polsek Nirunmas dengan alasan keamanan dan tetap melakukan aktivitas di lokasi tersebut.

Peringatan keras pun dilakukan oleh keluarga Wardity.Emy Wardity mengatakan jika aktivitas Datus Jambormias tidak dihentikan maka sudah tentu akan ada gesekan yang tidak diinginkan.

“Saya tegaskan Datus Jambormias sebaiknya segera hentikan aktivitas nya dan kita akan berproses ke ranah hukum melalui pengadilan (proses perdata), “tegas Emy Wardity.

Sementara itu,Luther Wardity juga sangat menyayangkan sepak terjang Datus Jambormias, dimana mantan guru ini sering melakukan profokasi kemasyarakat Arma.” Semestinya dia (Datus Jambormias) tidak boleh melakukan tersebut dan dia harus sadar dia itu bukan orang asli desa Arma melainkan dia itu pendatang,”tegas Luther.

Hal yang sama pula disampaikan Amus Wardity yang merupakan orangtua di keluarga Wardity, mengatakan kalu pun dia tidak menghiraukan segala larangan dari pihaknya dan dia merasa hebat sebaiknya diselesaikan di pengadilan.

“Kalu surat pelepasan hak milik tanah ulayat yang diterbitkan sepihak tanpa melibatkan kami, itu berarti ilegal.Olehnya saya minta pihak Polsek Nirunmas jangan tertipu dengan surat yang dilegis itu karena belum memiliki kekuatan hukum tetap,”Jelasnya.

Sementara Monce Wardity menyikapi tindakan Datus Jambormias dengan santai,menurutnya jika Datus Jambormias dkk mengklaim tanah ulayat tersebut milik mereka mari di selesaikan saja di pengadilan, sehingga tidak menimbulkan konflik dikemudian hari.

“Dia (Datus Jambormias) harus bisa menjelaskan kepada kami tentang asal muasal tanah ulayat itu, jika tidak lebih baik dia mengala saja, jangan sampai pada akhirnya dia menyesal,” tandas Monce.

Reporter : JIA
Editor : Aris Wuarbanaran

Related posts