Abdon Ditilebit,Godok Perdes,Akan Pangkas Oknum Yang Menghalangi Pemerintah Desa

  • Whatsapp
Kades Marantutul dan Ketua Pemuda

SAUMLAKI,N25NEWS.com-Ketidak puasan Ketua Pemuda desa Marantutul Abdon Ditilebit terkait permasalah pelecehan seksual terhadap salah satu pemudi Marantutul yang dilakukan oleh seorang sopir angkot AF(36) dan pelaku tidak bertanggung jawab terhadap korban yang berujung ke pihak berwajib.

Namun hal itu,masih menjadi batu sandungan bagi saudara Abdon selaku Ketua pemuda Marantutul sehingga persoalan tersebut kembali terjadi kisruh di terminal pasar Omele Saumlaki. Dengan adanya insiden demikan maka saudara Abdon dilaporkan kembali oleh pihak pelaku (AF) ke Polres Kepulauan Tanimbar.

Akan tetapi masalah tersebut di kembalikan lagi kepada pemerintah  desa Marantutul untuk penyelesaian secara kekeluargaan.Dan sampai saat ini,Fery Rangkoratat sebagai kepala desa Marantutul masih menunggu dan berkoordinasi dengan pihak berwajib.

Adapun,kepala desa atau sebutan lain sesuai peraturan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Nomor 84 Tahun 2015 tentang struktur organisasi dan tata kerja pemerintah desa, adalah pejabat pemerintah desa yang mempunyai wewenang, tugas dan kewajiban untuk menyelenggarakan rumah tangga desanya dan melaksanakan tugas.

Selain itu,di UU No. 22/1999, terdapat 6 tugas dan kewajiban kepala desa, yaitu :

1.Memimpin penyelenggaraan pemerintahan desa

2.Membina kehidupan masyarakat desa

3.Membina perekonomian desa

4.Memelihara ketentraman dan ketertiban masyarakat desa

5) mendamaikan perselisihan masyarakat di desa

Dari beberapa point tersebut Fery Rangkoratat menyimpulkan bahwa akan di pertimbangkan untuk pembentukan dan ketetapan peraturan desa sehingga setiap persoalan yang terjadi didalam kalangan masyarakat,Pemerintah desa mampuh mengambil keputusan sesuai dengan Perdes yang berlaku.

Abdon Ditelibit, Ketua Pemuda Desa Marantutul,saat ditemui wartawan media ini mengatakan, mengutip pesan Presiden Soekarno yang mengatakan ‘Beri aku 1000 orang tua, niscaya akan ku cabut semeru dari akarnya. Beri aku 10 Pemuda niscaya akan ku goncangkan dunia.

Artinya lanjut Abdon, masa depan bangsa ditentukan oleh para generasi muda,karena generasi muda adalah ujung tombak kemajuan dan pembangunan bangsa.Hal tersebut menggambarkan secara umum di Indonesia,”bukan berarti kita di desa-desa bukan,namun ini berlaku untuk semua karena itu kita harus implementasikannya,” akui Ketua Pemuda itu.

“Pemuda itu memiliki pemikiran,tenaga yang besar ,semangat,dan kreatifitas untuk bergerak dalam pembangunan desa,tangkasnya.

Abdon Ditilebit dengan kapasitas sebagai ketua Pemuda juga meminta kepada pemerintah desa Marantutul untuk menggodok Perdes.

“saya berharap pemerintah desa untuk segara memberlakukan Perdes,sehingga kami memberanikan diri untuk mengambil langkah.Jika memang Perdes dilakukan maka secara langsung kita membatasi hal-hal yang merugikan dan mengganggu masyarakat,lebih khususnya kaum muda-mudi dalam pergaulan di tengah masyarakat,tandasnya mengakhiri.

Reporter  : SNRA

Editor      : Aris Wuarbanaran

Related posts