Ancaman Pidana Terhadap Wartawan, Biro N25NEWS.com KKT Nyatakan Ini Gagal Paham

  • Whatsapp

SAUMLAKI,N25EWS.com – Jems Masela, Kepala Biro N25NEWS.com, menilai ancaman pidana terahadap Wartawan dalam pernyataan seorang Kuasa Hukum Edo Futwembun, SH yang mewakili kliennya Pejabat Kades Lauran adalah Gagal Paham.

Dia menyebutkan, Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.Peraturan Dewan Pers Nomor 3/Peraturan-DP/VII/2013 tentang Prosedur Pengaduan  Dewan Pers. Peraturan Dewan Pers-DP/V2008 tentang pengesahan Surat Keputusan Dewan Pers Nomor 03/SK-DP/III/2006 tentang Kode Etik Jurnalus sebagai Peraturan Dewan Pers. Lanjut Ka Biro N25 itu, wartawan adalah pilar utama kemerdekaan pers. Oleh karena itu dalam menjalankan tugas profesinya wartawan mutlak mendapat perlindungan hukum dari Negara,  Masyarakat,  dan Perusahan Pers. Perlindungan yang diatur dalam standar ini adalah perlindungan hukum untuk wartawan yang menaati kode etik jurnalistik dalam melaksanakan tugas jurnalistiknya memenuhi hak masyarakat memperoleh informasi, Untuk itu saya meminta kepada Kuasa Hukum Pejabat Kades Lauran,  serta kliennya untuk rajin baca UU Pers Nomor 40 Tahun 1999.

“Dalam mempublikasi suatu pemberitaan di Biro KKT, sudah tentu berdasarkan data dan fakta, sudah melalui konfirmasi lebih dulu,  bukan menaikan sebuah berita berdasarkan prasangka, iri,  benci,  ini perlu di catat,’jelas Masela.

Untuk itu kata Masela, sangat keliru dan menyalai SOP Konfrensi Pers atau Jumpa Pers. jika melakukan Konfresi Pers/Jumpa Pers, bukan menghadirkan satu, dua, tiga wartawan saja,namun semua perwakilan media yang ada di salah satu kota atau kabupaten apalagi di Kabupaten Kepulauan Tanimbar, jika ada jumpa pers/Konfresi Pers,  tinggal di beritahukan saja kepada sala satu media/wartawan untuk diinformasikan ke media lain (WA Group) Pers.

Selain itu menurut  Kuasa Hukum Pejabat Kades Lauran, bahwa media N25NEWS.com  telah merugikan kliennya dalam pemberitaan yang sepihak yang justru menimbulkan akibat hukum bagi mereka.

Hal ini membuat Kabiro N25NEWS.com  menanggapinya santai “Banyak baca undang-undang pers,  agar bisa dipahami,’jelasnya.

Jems menambahkan lagi, kata Kuasa Hukum Pejabat Kepala Desa Lauran bahwa,  Kliennya tidak bersalah  karena baru empat bulan menjabat di Desa Lauran,  namun sudah dapat membuktikan kinerja kerjanya dimana dana silpa telah tepat dalam pemaanfaatan dan peruntukannya. Jadi secara jelas pemberitaan media tersebut telah merugikan klien kami. Jems menyatakan dengan tegas, jika kuasa hukum bisa membuktikannya, mari kita buka-bukaan dengan menghadirkan bukti-bukti,  serta sumber-sumber dihadirkan, agar jangan sepihak.

Sekali lagi,  dengan tegas Ka Biro N25NEWS.com itu mengatakan, dalam melaksanakan tugas jurnalistik meliputi, mnencari,memperoleh,memiliki,menyimpan,mengolah,dan menyampaikan informasi melalui media masa, dalam menjalankan tugas jurnalistik,  wartawan dilindungi dari tindak kekerasan, pengambilan, penyitaan dan atau perampasan alat-alat kerja, serta tidak boleh dihambat atau diintimidasi oleh pihak manapun.

Lanjut Jems, Bagaimana mungkin seorang Kuasa Hukum, bisa mengatakan kliennya tidak bersalah ? Hal ini dikatakan Jems lucu dan gagal paham, mengapa ? Kok Kuasa Hukum bisa vonis hal yang belum melalui proses sidang, sehingga sudah mengatakan kliennya tidak bersalah, heran Jems. Tambahnya, yang berhak menetukan siapa yang sala dan benar itu adalah (Hakim) namun tentu melalui sidang di pengadilan, dan yang memiliki kekuatan hukum tetap, jadi jangan keliru untuk menafsirkannya, tandas Jems.

Kabiro N25NEWS.com Kepulauan Tanimbar Jems Masela, mengingatkan kepada Kuasa Hukum serta Kliennya,  Pejabat Kepala Desa Lauran, agar dipahami juga. Tanggal 25 April 2008, sebelum di sahkan Draft Standar Perlindungan Profesi Wartawan,  telah dibahas melalui serangkauan diskusi yang di gelar Dewan Pers. Pembuatan Standar ini merupakan pelaksanaan fungsi Dewan Pers menurut pasal 15 ayat (f)  UU No. 40/1999 tentang Pers yaitu “memfasilitasi organisasi-organisasi pers dalam menyusun peraturan-peraturan di bidang pers dan meningkatkan kualitas profesi wartawan.

Reporter : JIAS

Editor : Redaksi

Related posts