Bangun Rumah Dengan Kayu Torem,Alo Batkormbawa : Lestarikan Warisan Leluhur

  • Whatsapp

SAUMLAKI – Pembangunan rumah saat ini terus berkembang,baik itu dari segi model bangunannya sampai pada bahan-bahan yang digunakan.Namun, hal ini tidak berlaku bagi seorang Alo Batkormbawa.

Menurut Ir. Alo Batkormbawa menjelaskan bahwa bangunan rumah klasiknya menggunakan kayu Torem yang terinspirasi dari pada bahan bangunan para leluhur.

“Rumah ini saya tidak meniru interior dari pada rumah-rumah klasik yang selama ini didandrungi masyarakat,tetapi saya terinspirasi dari para leluhur,”ungkap Alo kepada N25NEWS.com saat berkunjung ke rumahnya belum lama ini.

Selain itu,kata Alo orang Tanimbar mempunyai leluhur yang begitu sangat luar biasa,justru generasi muda sekarang perlu melihat peninggalan catatan sejarah.

“Jika dibandingkan kita generasi muda Tanimbar saat ini,masih kalah jauh dari pendahulu atau leluhur kita.Para leluhur itu,dulu mereka bisa membuat ukiran dari kayu yang motifnya sangat indah,salah satu contoh ukiran pada busur,tiang rumah dan lain sebagainya,”tutur Alo.

Mantan Kadis Dispenda ini juga mengatakan,dirinya belajar tidak jauh-jauh,justru kekayaan alam di Tanimbar ini sangat bernilai.

Sekarang dunia moderen,lebih artistik saja,tapi dari sisi desain leluhur Tanimbar lebih jago.Jadi sebenarnya untuk melihat, memandang itu dari orang bagaimana caranya biar indah dilihat.

Ketika ditanya perbandingan konstruksi bangun dari kayu dan rumah tembok,kemudian manfaat rumah yang terbuat dari kayu,Alo mengatakan bahwa perbandingannya ada pada kepraktisan.Dimana,membangun rumah tembok cepat,sedangkan rumah kayu lebih nyaman dan adem.

“Bayangkan saja kalau saya duduk bersandar pada dinding kayu Totem, saya lebih mencium aroma Tanimbarnya dan jangan lupa kita hidup ini harus mempunyai mimpi dan inilah contoh saya membuat rumah ini semua dari kayu,”ujar Alo yang adalah Kadis Perikanan Kepulauan Tanimbar ini.

Selain itu,tambah Alo sebenarnya kontruksi rumah ini sudah selesai lama,namun untuk material kayunya saja harus tersimpan lama, butuh proses.

Sedangkan para pekerja rumah ini,tidak perlu dipaksakan karena dibutuhkan ketelitian.Jadi,kalau pekerjanya belum moot, jangan di paksakan,biarkan saja, jika sudah siap, sudah moot lagi baru kerja.

Itulah cara saya,kalau rumah tembok,untuk melanjutkan suatu pekerjaan plesteran, dan mau lanjut lagi, bisa nenyambung dari plesteran awal, namun untuk menyambungkan sebua kayu,jika bagian-bagian yang membutuhkan panjang, itu di sambung dengan ketelitian.

“Untuk itu,bagi saya terkait dari sisi perawatan,apakah itu rumah tembok,kayu, itu semua tergantung cara kita merawat saja,”tandas Alo Batkormbawa.

Related posts