Barang Kadaluarsa Masih Dijual Dikota Saumlaki

  • Whatsapp

SAUMLAKI,N25NEWS.com – Sejumlah bahan makan siap saji yang sudah kadaluarsa (Expire) kembali ditemukan salah satu warga kota Saumlaki di sebuah toko yang terletak diseputaran pasar Saumlaki. Warga tersebut ketika akan membeli bahan makanan pada toko tersebut sempat memeriksa masa berlaku atau Expire dari bahan tersebut, dan ternyata bahan itu masa kadaluarsanya sudah melewati apa yang tertulis pada kemasannya.

Warga pun menegur pengusaha yang punya toko agar jangan menjual atau memperdagangkan bahan makanan dan bahan lainnya yang sudah kadaluarsa atau Expire karena dapat membahayakan konsumen yang membeli dan memakannya. Warga tersebut langsung membawa hasil belanjanya berupa mantega dengan ukuran saset ke Dinas Perindustrian perdagangan dan tenaga kerja (Perindag Naker) Kabupaten Kepulauan Tanimbar untuk ditindak lanjuti.

Bahan tersebut langsung laporkan ke Sekertaris Dinas Perindag Naker Edy Lethulur yang saat itu berada di kantor bersama beberapa staf. Warga dan beberapa rekan yang membawa bahan makanan kadaluarsa diterima diruang kerja Sekertaris Dinas Perindag Naker, menurut pengakuan warga bahwa bahan makanan ( mantega ) tersebut bercampur dengan bahan makanan lainnya yang masih baik.

Sekertaris Dinas Perindag Naker Edy. Lethulur yang dikonfirmasi media ini mengatakan, sudah beberapa minggu pihaknya melakukan pengawasan terhadap bahan – bahan Expire mulai dari toko tanjung sampai seputaran pasar Saumlaki, kita kasih bersih tiga karung dikumpulkan.

Contoh bahan makanan kadaluarsa datanya diambil oleh staf Dinas Perindag Naker untuk dijadikan bukti untuk ditindaklanjuti terkait persoalan bahan makanan kadaluarsa. Bahan makanan seperti dijelaskan Sekertaris Dinas Perindag Naker satu bulan mendekati masa Expire sudah harus dipisahkan dan tidak boleh dijual lagi. Biasanya kalau kedapatan masih ada penjual yang menjual bahan kadaluarsa barangnya disita dan diberi peringatan.

” Kalau pengusaha sudah diberi peringatan tetapi masih saja kedapatan menjual barang kadaluarsa akan diberikan sanksi berupa usahanya ditutup dan izinnya dicabut oleh Pemerintah Daerah,” tegas Edy Lethulur.

Setelah dilaporkan barang kadaluarsa ke Dinas Perindag Naker saat itu juga Sekertaris Dinas memerintahkan stafnya untuk turun langsung ke toko tersebut untuk menindaklanjuti. Tetapi sesampainya staf Dinas dan warga ke toko tersebut barang kadaluarsa yang tersisa tadi sudah tidak diketemukan lagi pada tempatnya diduga sudah dipindahkan entah kemana oleh pemilik toko atau karyawannya. Persoalan ini akan terus ditindaklanjuti oleh Dinas Perindag Naker. Sehingga diharapkan kepada seluruh masyarakat di Kepulauan Tanimbar agar teliti dalam membeli barang kebutuhan pokok masyarakat dengan memperhatikan atau membaca tanggal Expire nya jangan sampai membeli barang yang sudah kadaluarsa. Dan kalau pun ada masyarakat yang kedapatan membeli barang kadaluarsa segera melaporkan kepada Dinas Perindag Naker atau Balai Loka POM yang berlokasi dijalan poros desa Sifnana. (Iman)

Related posts