Benediktus Sorluri DPO Kasus ITE, KEJATI Maluku Bertanggung Jawab

  • Whatsapp

SAUMLAKI,N25NEWScom -Terpidana Kasus ITE Benediktus Sorluri, masuk DPO Kejati Maluku. Terpidan empat tahun penjara dalam kasus peanggaran Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik itu.

Kaburnya Benidiktus Sorluri, dari Rumah Tahanan Negara (Rutan)Waheru Ambon awal Januari 2018 itu, jarena takutnya yang bersangkutan atas penjatuhan/vonis pengadilan terhadapnya. Timbul tanda tanya, atas kaburnya terpidana kasus ITE yang dialami Benediktus Sorluri.

Terpidana Asal, Desa Sangliat Dol, Kecamatan Wertamrian, Kabupaten Kepulauan Tanimbar Saumlaki ini, melakukan perbuatan dengan cara meminta foto mantan kekasihnya yang berada di kupang (NTT) kemudian menyebarkan kepada sala satu rekannya. Cara yang dilakukan terdakwa dengan alasan cemburu karena mantan pacarnya telah menikah dengan orang lain di Kupang, sementare Benediktus Sorluri (Terdakwa) sendiri berada di Saumlaki, Kabupaten Maluku Tenggara Barat, saat itu.

Kejaksaan Tinggi Maluku diminta, untuk tidak berhenti mencari Daftar Pencarian Orang (DPO) atas nama Benediktus Sorluri, atas kasus Undang-Undang ITE yang telah di tetapkan empat tahun penjara itu. Untuk sementara informasi yang diperoleh, terpidana berada di Jakarta, bersama kelurganya. Oleh karena itu, Kejati Propinsi Maluku jangan Gerah untuk DPO ini.

Dari informasi yang di himpun media-media di Ambon sebelumnya, trpidana yang melanggar Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE), dan Undang-Undang Pornografi, Benediktus Sorluri yang mana pada saat sidang perdana di gelar pada bulan maret 2018 lalu, sudah tidak hadir di persidangan. Dia lebih dulu sudah melarikan diri, untuk menghindari hukuman penjara, sehinga Benediktus Sorluri masuk DPO Kejaksaan Tinggi Maluku.

Seharusnya, Jaksa adala institusi yang berada di seluruh Republik Indonesi, bisa saling bekerjasama untuk melacak terpidana UU ITE ini, namun sepertinya diduga kaburnya Benediktus Sorluri, adalah kerjasama jarena mungkin ada deal-deal lain ? ataukah Kejati Maluku bisa saja meminta untuk di cari lewat Adhyaksa Monitoring Center (AMC) yang bertempat di Jakarta, sehingga jika ditemukan terdakwa kemudian hari bisa ditangkap dan dieksekusi.

Terkait DPO Kejati Maluku atas nama Benediktus Sorluri ini, Jaksa Tinggi Maluka diminta, Jangan diam, namun perlu melakukan terobosan guna tertangkapnya DPO asal Sangliat Dol, Kepulauan Tanimbar ini, agar tidak ada pikiran Negatif yang di plesetkan terhadap institusi Adhyaksa secara umum, dak Kejaksaan Tinggi Propinsi Maluku secara Khusus.

Reporter : Biro Kepulauan Tanimbar.

Related posts