Berhati Mulia,Sepasang Suami-Istri Rela Berikan Gaji Mereka Untuk Bantu Janda,Duda Dan Lansia

  • Whatsapp
Laurens Ranggo dan Monika Ulmasembun

SAUMLAKI,N25NEWS.com-Memberi bantuan adalah sala satu bagian dari hidup manusia yang tidak pernah terlepas dari sifat kemanusian sesorang.

Adalah Laurens Ranggo dan Monika Ulmasembun, diketahui adalah sepasang suami isteri yang beralamat di Desa Lauran dan sepasang suami isteri ini berpekerjaan Sebagai,suami (Anggota TNI-AD) Satuan Kodim 1507/Slk,bertugas sebagai Babinsa desa Lauran,dan istrinya PNS (Guru)  yang bertugas di sala satu SMA di Kabupaten Kepulauan Tanimbar,Saumlaki.

Terkejut saat tim media ini mendatangi desa Lauran beberapa hari terkait tugas jurnalis,mendapati beberapa warga yang sudah berusia lansia,janda,menerima bantuan dari sepasang suami/istri ini berupa sembako.

“Katong dapa kasih dari Tentara deng ibu Guru itu tiap tahun, dong laki bini itu tiap tahun jaga kasi katong bantuan. Lanjut para penerima yang sudah berusia itu dan ibu janda, dorang dua pu gaji pakai beli baru kasih par katong,  dengan nada girang mereka jawab pertanyaan kami sambil menambahkan semoga Tuhan berkati dong selalu,”ungkap para warga desa Lauran.

Adapun,saat mendatangi  kediaman sepasang suami/istri itu, hendak berbincang-bincang terkait kenyataan didepan mata yang mereka lakukan.”Kami pun berbincang dan menayakan sepasang suami/istri terebut,guna mengetahui dari mana saja anggaran yang di butuhkan untuk memberikan bantuan,kepada para lansia,dan para janda dimana desa binaan sang suami seorang tentara itu.

“Terkait anggaran yang kami dapatkan bukan dari pemerintah, donatur dan lain-lain,namun ini adalah inisiatif saya dengan istri saya bersepakat mengambil dari gaji kami masing-masing tiap bulan untuk kegiatan kami ini,”ungkap prajurid TNI-AD dan Babinsa desa Lauran itu.

“Kalau di Gereja biasanya dikenal dengan persepuluhan dan itu kami kumpul selama setahun,dan di akhir tahun kami berikan kepada basudara yang kurang mampu seperti para lansia,  ibu-ibu janda,dan yang dikatakan kurang mampu atau miskin kata kasarnya,”tuturnya.

Lebih lanjut prajurit berpangkat Sersan Satu (Sertu) itu, menambahkan dirinya bersama istri sudah melakukan kegiatan membantu sesama ini sudah dari tahun 2011 hingga sekarang.Selain itu,jumlah bantuan yang diberikan kepada warga yang kurang mampu ini berkisar 30 sampai 45 orang,dalam bentuk sembako maupun amplop yang jumlahnya bervariasi mulai dari 100 ribu hingga 50 ribu.

“Sebenarnya ini rahasia,namun tidak apalah,ini kan gaji saya dan istri saya, mungkin bisa di maklumi,”tandas suami ibu Monika ini.

Ditempat yang sama ibu Monika sempat enggan untuk kegiatan mereka (suami-istri) di ekspos,namun demi melayani tugas jurnalis maka ia bersedia menyampaikan kegiatan mulia mereka.Sebelumnya gurupada salah satu SMA di Saumlaki ini,sempat ragu dan berpikir jangan sampai ia dan suaminta dinilai negatif atau dicap hanya mencari muka.

“Kalau bagi saya ini adalah doa dan sedikitpun kami tidak bermaksud politisir sesuatu,tetapi ini semua saya dengan suami lakukan ini atas kesepakatan, serta murni dari hati karena kami sadar berkat yang kami terima berasal dari Tuhan, dan berkat itu saya dan suami berinisiatif untuk membantu para lansia, ibu janda, dan keluarga kurang mampu,”terangnya.

Untuk itu,orang yang memberi bantuan kepada orang lain yang membutuhkan adalah sala satu bentuk pelayanan kepada Tuhan.Orang seperti ini selalu tidak mengeluh dalam hidup,karena disadari bekerja dan mengabdi kepadaNYA hanya dengan cara memberi pertolongan kepada orang yang membutuhkan bantuan, dengan mata berkaca linang air mata,sang pendidik ini mengakhiri kata-katanya.

Reporter   : Sanra

Editor       : Aris Wuarbanaran

Related posts