Camat Tanimbar Utara Malas Menyelesaikan Persoalan Koperasi Yamdena

  • Whatsapp

AMBON,N25NEWS.com-Camat Tanimbar Utara (Tanut) Dani Sabono mengatakan ia sangat menyayangkan persoalan antara Ketua Koperasi Yamdena Etus Batkunda dan anggotanya Budi Syarif,masih mengambang sehingga belum ditemukan solusinya.Bahkan ia menilai kedua belah pihak tak kompeten hingga persoalan berlarut-larut dan masalahnya sampai ke kepolisian.

“Jujur saya sangat malas untuk menyelesaikan persoalan mediasi antara Ketua Koperasi Yamdena dengan anggota koperasinya.Selain itu,terlalu banyak faktor masalah antara kedua belah pihak,membuat saya enggan memediasinya,”kata Sabono kepada N25NEWS.com,ketika on the spot di kota  Larat belum lama ini.

Selain itu,menurutnya,ia enggan sebagai mediator terkait persoalan Ketua koperasi Yamdena dan anggotanya,sebab ia melihat kekusutan pada peroalan ini dengan masing-masing mempertahankan prinsipnya,dengan adanya tarik ulur untuk meminta penjelasan laporan pertanggung jawaban keuangan dengan menyertakan bukti-bukti  penggunaan dana pada koperasi tersebut.

“Dalam mediasi saya meminta kepada kedua bela pihak untuk saling memaafkan,namun masing-masing saling mempertahankan ego mereka.Etus Batkunda maunya Budi Syarif lebih dulu meminta maaf,namun Budi Syarif mau sebaliknya,hal ini yang membuat saya malas mediasi pada persoalan itu,”jelas Sabono.

Lebih lanjut,pria asal desa Watidal ini megatakan lagi,tarik ulur permintaan maaf pada kedua bela pihak tersebut terkesan mempertahankan argumennya,namun anehnya Petrus Batkunda  tidak dapat menunjukkan bukti – bukti laporan pertanggung jawaban (LPJ) dari penggunaan dana koperasi Yamdena.

Dijelaskannya lagi,persoalan ini merupakan masalah internal pada koperasi tersebut,sedangkan Camat dalam hal ini kapasitas tugasnya hanya sebatas mengawasi serta melakukan pembinaan dan pendampingan bagi semua koperasi di Tanimbar Utara.

“Tadi kan menurut pak Budi Syarif, seharusnya mediasi yang dilakukan didasari dengan panduan Anggaran Dasar (AD) dan Anggaran Rumah Tangga (ADRT) sehingga dapat ditemukan duduk persoalannya,namun hal ini tidak dilaksanakan sehingga mediasi mengambang dan gagal,makanya saya sampaikan bagi pak Budi kalau bukan bilik saudara tak mungkin jadi anggota koperasi,”ujar Sabono.

Adapun,pernyataan Camat Tanut mengenai bilik tempat usaha tersebut,ditanggapi oleh Budi Syarif yang mengatakan ia mengontrak bilik ini untuk tempat usaha,sedangkan aturannya ia (Budi Syarif) harus menjadi anggota koperasi tersebut untuk bisa mengontrak bilik itu.

“Soal penyegelan tempat usaha (bilik),saya sebagai Camat tidak perlu masuk masalah internal koperasi tersebut,sebab itu esensi koperasi dan tidak perlu masuk wilayah teknis dan saya meminta pak Budi untuk meminta maaf kepada ketua koperasi tetapi yang ngototnya pa Budi soal laporan keuangan,”tandas Sabono.

Belum adanya kepuasan mengenai persoalan ini diantara kedua bela pihak,maka masalah ini  dilaporkan ke Polsek Tanut oleh anggota koperasi  tersebut.Kemudian Polsek Tanut mamamggil kedua bela pihak untuk dilakukan mediasi Senin (04/05/2020) pukul 10:00 wit, tetapi dari pihak ketua koperasi tidak hadir dan hanya mengirimkan surat laporan pemberitahuan ke Polsek Tanut dan mediasipun tidak dilasanakan.

Reporter          : Imam

Editor              : Aris Wuarbanaran

Related posts