Community Health: PHBS Menunjang Asupan Gizi dan Nutrisi Sehat Balita Kekurangan Gizi INPEX-LSM PITA

  • Whatsapp

SAUMLAKI,N25NEWS.com -INPEX dan LSM PITA membuat evaluasi kembali terhadap berat badan balita penerima manfaat yang tidak segnifikan sehingga diterapkan kembali Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di Rau weturleli,jumat (24/10).

Perlu di tangani serius karena memang hasil observasi dilapangan dan hasil rekomendasi dari puskesmas Saumlaki berdasarkan hasil posyandu setiap bulan balita yang beinesyal KSB ini merupakan balita penderita gizi buruk. balita ini berusia empat tahun tujuh bulan namun berat badan (BB) KSB masih dibawah garis merah yaitu 10,5 kg.

Jika dilihat dari sisi kesehatan kondisi balita KSB ini sangat miris sekali ,sehingga dari monitoring yang dilakukan adalah kondisi Lingkungan yang tidak mendukung.

LSM PITA bersama dengan INPEX MASELA melelalui program COMMUNITY HEALTH yang sudah pernah di launcing pada tanggal 19 maret 2020 namun sempat tertunda dikarenakan covid-19 sehingga baru dilanjutkan pelaksanaan kegiatan nya di tanggal 5 oktober 2020.dan sudah melakukan interfensi di tiga desa yakni desa Bomaki,desa Lermatang dan desa Latdalam khususnya desa Rau wuturleli.mengapa,
karena tiga desa ini merupakan desa Ring satu area beroperasinya INPEX MASELA

Dalam program Community Health ini kami telah melakukan interfensi selama satu bulan dan hasilnya kebanyakan bayi dan balita yang gizi kurang berat badan nya sudah mulai normal kembali.namun dari dua belas bayi/balita kekurangan gizi ini hanya satu balita ‘KSB’ asal desa Rau weturleli yang berat badan nya belum terlalu normal dikarenakan balita tersebut mempunyai penyakit bawaan/riwayat penyakit .

Namum LSM PITA dan INPEX tidak sebatas memberikan asupan makana gizi dan nutrisi saja terhadap balita ‘KSB’, ” minggu kemarin kami dari LSM PITA dan INPEX sudah melakukan medical chek Up atau pemeriksaan kesehatannya di Rumah Sakit Umum Daerah dr.PP Magreti melalui rujukan dari puskesmas saumlaki dan hasilnya balita KSB ini harus di lakukan perawatan lanjut kurang lebih satu sampai dua minggu,dan untuk sementara ini balita KSB ditangani langsung oleh tim misi dari RSUD dr.PP Magreti dibawah pimpinan dr.Priska spesialis Anak sehingga sudah dilihat kondisi kesehatan balita KSB ini kondisinya sudah berangsung pulih ” jelas Jacklin

Tujuan hari ini dari INPEX mengandeng LSM PITA untuk melakukan bhakti sosial dalam rangka mensosialisasikan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) karena sangat berkaitan erat dengan asupan gizi anak.

“Jadi bukan saja makanan dan Nutrisi yang sehat dan steril yang kita berikan kepada bayi dan balita yang tergolong kekurangan gizi, namun kita perlu juga terapkan dilingkungan mereka tentang PHBS ini “tegas ketua LSM PITA.

Kegitan community health ini merupakan kegitan pilot projeck atau kegiatan percontohan yang akan dibuat sebagai sampel .apabila program ini berhasil ditahun 2020 maka program ini akan aplikasikan atau implemtasikan di beberapa desa yang ada di kecamatan Tanimbar selatan atau bisa lagi di semua desa se kabupaten kepulauanTanimbar.
karena program ini melibatkan semua elemen desa yaitu PKK pokja IV sehingga mereka para kader bisa serius menangani ini,mengapa? karena program ini bersentuhan langsung dengan kader bukan orang tua bayi dan balita penerima manfaat.dan dari sisi sumber biaya dianggarkan dari Anggaran Dana Desa (ADD) dan Dana Desa (DD).

Meskipun masih dalam pendemi covid -19, sesuai dengan aturan pemerintah yang tertuang didalam peraturan Bupati(perbup) INPEX sangat menghargai aturan-aturan yang telah ditetapkan.

“Setiap aktifitas di lapangan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat kita mencoba untuk tidak bertentangan dengan protokol kesehatan seperti penggunaan masker,menghindari kerumunan sehingga beberapa metode yang kita gunakan selain perkumpulan secara langsung kita juga menggunakan media berupa vidio-vidio yang telah kita siapkan dan langsung kita distribusikan kepada ibu-ibu kader dan orangtua dari anak penerima manfaat.kiranya ini merupakan motifasi dan metode yang baik unyuk hasil yang lebih baik dalam program ini,ungkap Koordinator Perwakilan Inpex Maluku, sekaligus PIC (Penanggung Jawab Program) Ambrosius.Kelitadan.

Penulis : Sanra

Editor : Redaksi

Related posts