Dana Desa Tahun 2020 Tak Terealisasi,Panitia Pembangunan Seminari Paroki Larat Minta Mantan Pj Kepala Desa dan Sekdes Ridool Bertanggung Jawab

  • Whatsapp

LARAT,N25NEWS.com – Panitia Pembanguna gedung Seminari Paroki Larat Kecamatan Tanimbar Utara,Kabupaten Kepulauan Tanimbar minta pertanggung Jawaban mantan Pj.Kades dan Sekertaris Desa Ridool Untuk merealisasikan Dana Desa tahun Anggaran 2020.

Menurut Ketua dan Bendahara Panitia pembangunan Seminari Paroki Larat, Edy Limbert Mengatakan bahwa Pj.Kades dan Sekdes Ridool belum melaksanakan penyaluran Anggaran pembangun untuk Gedung Seminari 100% dari Dana Desa Tahun Anggaran 2020 sesuai APBdes.

Hal ini dikatakannya kepada media saat di temui di kediamannya,Agustus 2021.

“Sebagai Bendahara panitia saya sangat kecewa kepada pemerintah Kabupaten kepulauan Tanimbar atas tidak adanya kontrol penggunaan Dana Desa,dimana hingga saat ini penyaluran Dana Desa untuk pembangunan fisik Seminari Paroki Larat Tahun Anggaran 2020 belum juga terlaksana 100% sesuai dengan APBdes ,Namun saya menduga Mantan Pj.kades beserta sekdes Ridool sudah melakukan pelaporan pertanggungjawaban Laporan keuangan padahal belum penyaluran 100% dilaksanakan,”ucap Edy.

Panitia juga menyampaikan tahapan-tahapan penyaluran untuk pembangunan Seminari Paroki larat dengan besar Anggaran nominal Rp.50.000.000, (Lima puluh juta rupiah), yang di bagi menjadi tiga tahap sesuai APBdes 2020.

“Tahap pertama kami sudah terima sebesar Rp. 14.000.000,(Empat belas juta rupiah), dan sudah didukumentasikan ditahun kemarin 2020.dan ditahap kedua berupa bahan yaitu semen tujuh puluh (70) bantal.namun saat kita panitia datangi CV Dulos yang mana sudah diarahkan Pemdes Ridool untuk penyaluran saat itu ternyata Nihil/Nota Kosong,”ujarnya.

Selain itu lanjutnya,kita ke tahap ke dua berupa bahan semen 70 bantal.namun pemdes tidak bisa mempertanggung jawabkan.jika dianggarkan semen 70 bantal berkisar Rp. 6.300.000,(Enam juta tiga ratus ribu rupiah), baru total anggaran ditambah Rp.14.000.000 sebesar Rp.20.300.000 Rupiah.

“Pertanyaan saya selaku Bendahara Panitia dimana sisa Angaran sebesar Rp.29.700.000 Rupiah? Sementara itu di APBdes 2020.apa nanti di cairkan sisanya di APBdes 2021? ,kok bisa? ”
Jika memang belum teraalisasi 100% kami Panitia Pembangunan Seminari akan membuat Laporan Polisi,”Tutur Edy.

Dikesempatan yang berbeda kami pihak media mendatangi CV Dulos untuk memberikan konfirmasi sesuai pernyataan panitia pembangunan Seminari.

Ais Kuwai selaku pengelolah CV Dulos mengatakan”Ketua panitia sudah ke saya dan kita sudah bicarakan hal ini.jadi memang ada sedikit kesalapahaman antara pemdes Ridool dan panitia,karena kami sudah tidak pengadaan semen lagi.sebenarnya ini masih tanggung jawab pemdes karena utangnya itu masih masuk dalam utang Desa.justru sampai skarang utang kita masih ada di pemdes,namun setelah serahterima Kepala Desa Defenatif hutang itu dialihkan menjadi tanggung jawab Mantan Pj.kades Ridool.

“DO yang nanti saya buat untuk semen 70 bantal ini juga masih termasuk hutang terhitung didalam semen 200 bantal pengadaan dari CV Dulos .saya tidak mau nantinya ada polemik yang muncul di masyarakat bahwa kita CV Dulos yang menjadi penghambat pembangunan gedung seminari Larat,saya jaga sekali terkait toleransi umat beragama ini,”tambah Kuwai.

Selain itu lanjut Kuwai,pihaknya sudah tidak lagi pengadaan semen. Namun pihaknya siap membantu pemdes untuk bagaimana bisa dicairkan dengan  memberikan DO untuk pengambilan semen di pengusaha yang lain.namun sampai saat ini pihaknya  masih menunggu  pemdes ini.

Sebab Menurut Kuwai mantan Pj.kades Ridool dan teman-temannya bersedia membayar dan membuat Pernyataan Kesanggupan kepada CV Dulos.

Reporter : Sanra

Editor : Redaksi

Related posts