Danki Brimob KKT Dan Anggota Aniaya Masyarakat

  • Whatsapp

SAUMLAKI,N25NEWS.com-Dibawah ancaman todongan senjata laras panjang, dua pemuda bersaudara asal desa Olilit Kecamatan Tanimbar Selatan (Tansel) Kabupaten Kepulauan Tanimbar (KKT) dianiaya oknum anggota Brimob hingga babak belur.

Kronologis kejadian berawal tatkala Timotius Fanumbi salah seorang pemuda yang sedang bersendagurau dengan rekannya ditepi jalan yang berseberangan.Pada waktu yang bersamaan, seorang oknum anggota Brimob melintas dengan mengendarai mini bus jenis Avanza dan langsung berhenti dan menghampiri Timotius sambil bertanya; “ade se maki sapa ?”

Timotius Fanumbi yang merasa tidak mengenal oknum anggota Brimob tersebut yang berpakaian preman langsung saja menjawabnya; “kaka beta seng pung tujuan deng kaka,beta ada  basengaja deng beta pung pot/teman sana”,sambil menunjuk ke arah rekannya yang masih berada di sebrang jalan.

Tak puas dengan jawaban Timotius, oknum anggota Brimob tersebut memberikan reaksi dengan sikap arogan,namun langsung dilerai salah seorang rekannya yang turut menumpangi mobil yang dikendarainya.

Timotius kembali ke bengkel tempat biasanya ia nongkrong dimana disana ada saudaranya Marsianus Fanumbi tinggal dan bekerja.

Marsianus yang baru bangun dari tidur diteriaki oleh seseorang yang tiadak ia kenal dari gelepan malam sambil memberitahukan kepadanya bahwa saudaranya Timotius dipukul seorang sopir.Marsianus pun langsung mencari sopir yang dimaksud,namun sopir tersebut tak dijumpainya karenya ia kembali ke bengkel.

Tak lama kemudian datang anggota Polres KKT yang bertugas ke bengkel dan menyuruh Timotius agar membawa sepeda motornya ke polres.Timotius yang tidak tau apa kesalahannya menuruti saja permintaan anggota Polisi tersebut.

Sekembalinya Timotius dari Polres, ia dihadang dua oknum anggota Brimob bersenjata laras panjang yang mengancam hendak membunuhnya. Salah seorang dari kedua oknum anggota Brimob tersebut mendorong Timotius hingga jatuh tersungkur ke aspal yang mengakibatkan luka lecet dibahu kirinya.

Melihat perlakuan dua oknum anggota Brimob tersebut terhadap Timotius masa yang tidak terima dengan perlakuan mereka (dua oknum anggota Brimob) langsung menyerbu dan terlibat perkelahian dengan kedua oknum anggota Brimob tersebut.Timotius pun segera bangkit dan menyelamatkan dirinya ke bengkel tempat saudaranya Marsianus berada.

Tak berselang lama, datang tiga orang oknum anggota Brimob bersenjata laras panjang ke bengkel dan mencari Marsianus.Dengan todongan senjata ke arah beberapa pekerja di bengkel dan salah satu dari ketiga oknum anggota Brimob bersenjata itu langsung mengokang senjatanya sambil menghardik dan mencari Marsianus.

Marsianus yang sedang berada didalam bengkel pun keluar dan seketika itu juga dianiaya ketiga oknum anggota Brimob bersenjata itu. Tak puas menghujani Marsianus dengan pukulan dan popor senapan serta menginjak kepalanya di tanah, mereka pun menyeret Marsianus dan membawanya ke pos Mako Brimob.

Sesampai di Mako Brimob,Marsianus lagi-lagi dianiaya dengan dihujani pukulan dan tendangan serta popor senapan hingga wajahnya lebam dan babak belur dan seluruh tubuhnya menderita kesakitan terutama bagian wajah, belakang, rusuk dan dadanya akibat hantaman popor senapan.

Timotius yang dijemput oleh oknum anggota Brimob pun tak luput dari aniaya meski tak separah saudaranya Marsianus.Timotius yang bekerja sebagai jurnalis pada perusahaan media KPK Pers mengalami bengkak diwajahnya bahkan perusahaan media KPK Pers dihina dengan cara KTA jurnalisnya diinjak-injak ke tanah.

Keluarga Marsianus Fanumbi dan Timotius Fanumbi yang mendapat informasi mendatangani Mako Brimob hendak mengecek keberadaan kedua anggota keluarga mereka.Dan sangat disayangkan bahwa dihadapat keluarganya, Marsianus dan Timotius kembali dihajar  oleh Danki Brimob yang sebelumnya sudah dihubungi oleh anggoanya.

Setelah Sang Komandan puas menghajar Marsianus dan Timotius dengan cara menampar keduanya berulang kali yang disertai tendangan ke arah dada Marsianus dihadapan perwakilan keluarganya, Sang Komendan akhirnya menyuruh anggotanya untuk menghubungi

Reporter    : JIA

Editor        : Aris Wuarbanaran

Related posts