Dugaan Korupsi PDAM Kepulauan Tanimbar Rugikan Negara Miliaran Rupiah,Polisi Tetapkan 3 Orang Tersangka

  • Whatsapp

SAUMLAKI,N25NEWS.com-Sebanyak tiga orang ditetapkan sebagai tersangka oleh Polres Kepulauan Tanimbar dengan laporan Polisi LP-A/59/IV/2020/Maluku/Res Kepulauan Tanimbar 2020.

Ketiganya adalah YK (mantan Direktur PDAM),YW (Kabag Umum dan Keuangan PDAM) dan L.L (Bendahara PDAM),ketiganya terjerat atas kasus perkara dugaan tindak pidana korupsi dalam pengelolaan keuangan yang bersumber pada penyertaan modal tahun 2018 dan penerimaan kas sejak bulan Juli sampai dengan Desember 2018 yang terjadi di Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Kepulauan Tanimar.

Adapun,hasil dugaan korupsi tersebut menyebabkan korban pada Negara Kesatuan Republik Indonesia dan Pemda Kabupaten Kepulauan Tanimar.

Selain itu,Kepolisian Kepulauan Tanimbar juga memeriksa sebanyak 77 saksi dan sejumlah barang bukti berupa print out rekening koran PDAM,surat perintah pencairan dana penyertaan modal (SP2D),dokumen pertanggung jawaban keuangan tahun 2018,dokumen pertanggung jawaban penerimaan kas semester II,standar operasional prosedur dan sejumlah barang bukti lainnya.

Ketiganya secara sah telah melanggar beberapa pasal yakni,pasal 2 ayat (1) UU RI nomor 31 tahun 1999 tentang tindak pidana korupsi dengan ancaman hukuman pidana penjara seumur hidup,atau paling singkat 4 tahun penjara dan paling lama 20 tahun penjara dan denda sedikitnya Rp 200 juta.

Kemudian pasal 3 UU RI nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi sebagaimana diubah dengan UU RI nomor 20 tahun 2001 tentang perubahan UU atas UU RI nomor 31 tahun 1999.

Ketiganya menjalankan aksi mereka dengan modus menyetujui pengeluaran yang bersumber dari penyertaan modal,namun dalam pengelolaan tidak tepat sasaran sebagaimana diisyaratkan pada pasal 23 ayat (1) PP nomor 54 tahun 2017 tentang Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).

Ketiganya juga tidak melaporkan perhitungan laba/rugi tahunan PDAM Kepulauan Tanimbar tahun 2018.Padahal,setiap tahunnya buku oleh Direktur dikirimkan laporan perhitungan laba/rugi tahunan kepada dewan pengawas selambat-lambatnya 3 bulan sesudah berakhir tahun buku.

Dalam pengelolaan keuangan perusahaan juga yang bersumber pada penyertaan modal tahun 2018 penerimaan kas bulan Juli sampai Desember 2018 tidak terdapat bukti pengeluaran keuangan sebagaimana yang diisyaratkan pada pasal 132 ayat (1) tahun 2006 tentang tindak pedoman pengelolaan keuangan daerah yang berbunyi setiap pengeluaran atas beban APBD harus didukung dengan bukti yang lengkap dan sah.

Untuk itu,berdasarkan hasil perhitungan kerugian negara oleh auditor aparat pengawasan intern pemda Kabupaten Kepulauan Tanimbar, atas pengelolahan keuangan PADM Kepulauan Tanimbar mengakibatkan negara mengalami kerugian sebesar Rp 1.808.236.840.
a.Dana penyertaan modal sebesar Rp 1.106.266.294.
b.Penerimaan kas semester ll sebesar Rp 684.227.678.

Reporter : Jems Masela

Editor : Aris Wuarbanaran

Related posts