Guna Mengurangi Tingkat Penderita Gizi Kurang dan Gizi Buruk,INPEX Kembali Salurkan Bantuan Bahan Makanan/Master Menu

  • Whatsapp

SAUMLAKI,N25NEWS.com – Inpex Masela, Ltd Dalam Program Community Health 2020 Yang bekerja sama dengan LSM PITA, kembali menyerahkan bantuan kepada Bayi/Balita yang memiliki status gizi kurang atau  Gizi Buruk di Desa Bomaki, Lermatang & Rau Weturlely.

Program yang pernah di Launching pada 19 Maret 2020 ini sempat terhenti dikarenakan Pandemic Covid dimana berdasarkan anjuran Pemerintah Daerah segala kegiatan yang berhubungan dengan masa harus dilakukan di rumah. Namun seiring dengan membaiknya kondisi dimana Tanimbar saat ini sudah tidak lagi ada kasus Covid-19 serta pasca dilakukanya kordinasi dengan Pemerintah Daerah Tanimbar, maka program ini dapat kembali dilanjutkan.

Tujuan dari program ini menurut Ketua LSM PITA, Jacqlyn Siletty yakni guna mengurangi tingkat penderita gizi kurang atau gizi buruk. “Program ini oleh Pemda  diharapkan menjadi program percontohan untuk desa-desa lainnya. Hal tersebut dikarenakan program ini mampu menggabungkan dan mensinergikan beberapa program Dinas/Instansi di Pemerintahan Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Yang selama ini juga Fokus Untuk Mengurangi Bayi Penderita Kurang Gizi & Gizi Buruk, diantaranya Dinas Ketahanan Pangan, Dinas Kesehatan, Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa, & TP. PKK Kepulauan Tanimbar,” ujar Jecklyn.

Terkait pola makan yang diberikan berupa pola makan DASNAKES  atau makan bersama dalam satu rumah pada setiap pagi, siang, sore  dan  malam  pola makan seperti ini mampu merangsang anak untuk terus makan, dan memudahkan tim gizi untuk melakukan monitoring apabila ada kendala dilapangan.

Semenjak 5 Oktober 2020, LSM PITA bersama Inpex Masela, sudah melakukan koordinasi dengan Dinas  terkait  dan Puskesmas Saumlaki serta Pemerintah Desa untuk mendapatkan data penerima manfaat, sehingga pada saat bantuan diberikan tepat sasaran.

Selain itu bantuan yang diberikan tidak langsung sampai di tangan orang Tua, namun diberikan kepada PKK Pokja IV / Kader Posyandu untuk ditindak lanjuti sesuai dengan master menu yang di siapkan.

Dalam pelaksanaanya, walaupun program kembali dilanjutkan, INPEX melalui LSM PITA tetap dituntut untuk melakukan sejumlah inovasi guna meminimalisir kontak fisik dan menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Untuk itu, sejumlah langkah dilakukan, diantaranya melalui optimalisasi teknologi via daring dalam berkoordinasi serta membuatkan konten komunikasi baik cetak maupun visual sebagai panduan dan pedoman pelaksanaan  program bagi penerima bantuan.

“Kami diminta oleh INPEX untuk tetap meningkatkan kewaspadaan akan bahaya pandemi Covid-19 dengan menerapkan standar protokol kesehatan yang ketat. Maka dari itu, kami berinovasi dengan menggunakan teknologi komunikasi yang tersedia,” ungkap Jecklyn mengakhiri.

Reporter : SNRA

Related posts