Ilegal Loging Marak Terjadi Di KKT,Pelakunya Tak Tersentuh Hukum

  • Whatsapp

SAUMLAKI,N25NEWS.com-Maraknya penebangan dan pembalakan liar atau ilegal loging.Dampak kerusakan hutan tersebut telah sengsarahkan rakyat, celakanya penjualan kayu yang merupakan bentuk ancaman faktual di sekitar Hutan,yang tidak sah atau tidak memiliki ijin dari otoritas setempat.

Hal tersebut menuai kritikan dari masyarakat sekitar Kepulauan Tanimbar dan menjadi tanda tanya ada apa dengan aktifitas hampir tiap hari dan mengundang pertanyaan,mengapa kalau rakyat di tahan dan di proses,sementara lainnya yang berpangkat dibiarkan saja.

Adapun,pelanggaran yang dilakukan oknum pebisnis haram adalah dengan sengaja mengangkut, menguasai atau memiliki hasil hutan kayu yang tidak dilengkapi Surat Keterangan Sah Hasil Hutan (SKSHH),adalah Ilegal.

Ironisnya beberapa pebisnis kayu ilegal di Kepulauan Tanimbar, yang tidak miliki dokumen ijin, aktifitasnya jalan terus,mungkinkah sudah berkordinasi dengan pihak-pihak yang punya kewenangan ? Sehingga tidak tersentu sama sekali dengan Hukum.

Wartawan N25NEWS.com,berhasil mewancarai sala satu warga Larat, Kecamatan Tanimbar Utara, Kamis 27/08/2020,aat melihat pemuatan dua ret kayu menggunakan dua dam truck yang berjumalah masing-masing truck tiga kubik menuju Saumlaki.

Pengakuan warga yang tidak mau menyebutkan namanya mengungkapkan,kayu tersebut milik seorang pebisnis yang berlokasi di desa Lelingluan,yang selama ini diduga  berkordinasi, bekerjasama dengan kelompok aparat yang berada di Saumlaki.

Dinas Kehutanan Propinsi, Polres Kepulauan Tanimbar,diminta agar menelusuri aktifitas ilegal loging yang marak terjadi di Saumlaki,bahkan sampai dimuat keluar daerah tanpa dokumen pemuatan,serta lainnya.Untuk mengembalikan ketidakpercayaan masyarakat kepada aparat yang punya kewenangan, harusnya aturan itu ditegakan, dengan tidak melihat sapa dan berpangkat.

Ketidakpercayaan sebagian warga masyarakat kepada Dinas Kehutanan Propinsi, dan Kepolisian Kepulauan Tanimbar, makin kuat karena saat tertentu saja, aturan itu di tegakan kepada warga masyarakat yang kurang mampu, namun mereka yang berpangkat, tidak sama sekali tersentuh.

Pengakuan sala satu warga yang pernah ditangkap Buser Polres Kepulauan Tanimbar, hingga diproses hukum sampai dengan putusan pengadilan berkukuatan hukum tetap, maksimal satu tahun telah dijalani karena telah melakukan ilegal loging, dengan muatan kayu dua kubik.

“Sementara para pebisnis yang hingga hari ini lakukan penebangan, pengrusakan, pemuatan, tidak sedikitpun di sentuh. Apakah hukum itu dibuat untuk kami masyarakat jelata saja ? Lalu mereka yang berpangkat, berduit, tidak sedikitpun sedikitpun tersentuh,”ujar warga Larat tersebut.

Reporter     : JIA

Editor         : Aris Wuarbanaran

Related posts