Inspektorat Kepulauan Tanimbar Diminta Hasil Pemeriksaan Dugaan Penyelewengan DD Desa Ridol Tahun 2017 Di Umumkan

  • Whatsapp

SAUMLAKI,N25NEWS.com-Inspektorat Kabupaten Kepulauan Tanimbar, diminta untuk terbuka mengumumkan dugaan penyelewengan Dana Desa (DD) tahun 2017 terhadap aparat Desa Ridol, agar terang benderang permasalahan tersebut, dan tidak menjadi gonjang-ganjing,serta tanda tanya dikalangan masyarakat Desa Ridol.

Terbitnya UU Nomor 6 tahun 2014 tentang desa menjadikan DD sesuatu hal yang sangat menggiurkan, karena nilai Dana Desa mencapai 1 M.

Diduga laporan terhadap Kepala Desa Ridol dan aparatnya ditahun 2017, yang menyeret oknum-oknum aparat desa, menjadikan pengelolahan keuangan DD benar-benar sangat perlu dikawal, dan diawasi oleh semua lapisan, oleh karenanya, tidak ada alasan untuk tidak diumumkan untuk diketahui publik.

Dengan demikian, Inspektorat berkewajiban menyampaikan secara terbuka, oknum aparat desa siapa saja yang terlibat, dan turut serta memainkan praktek busuk, yang mencoba menyelewengkan anggaran DD itu.

Jika dini hari masih ada oknum yang dipertahankan sebagai aparat desa saat ini, bisa disingkirkan dari jabatan yang ada di Desa Ridol, karena diduga sala satu oknum aparat desa yang sampai saat ini, masih menduduki jabatan sebagai Sekretaris Desa Ridol, sebut saja inisial (AE).

Kasus penyalahgunaan, penyelewengan Dana Desa ditahun 2017 pada Desa Ridol, menurut pengakuan sala satu sumber, yang mengatakan kepada wartawan media ini, saat berada di Larat.

“Mengapa permasalahan penyelewengan Dana Desa tahun 2017 Desa Ridol, belum tersentuh Hukum padahal setahu dan seingat saya, masalah tersebut sudah pernah dilaporkan kepada Inspektorat, serta pihak Kepolisian (Polsek Tanimbar Utara, juga Polres Kepulauan Tanimbar, di Saumlaki), namun hasil dari laporan itu, belum ada tindak lanjut hingga 2021 ini,”ungkap salah satu sumber.

“Oleh karena itu saya telah meminta kepada media N25NEWS.com,untuk dicek ke Inspektorat serta pihak kepolisian, biar semuanya jadi jelas,”tutur sumber tersebut.

Diketahui perbuatan penyalahgunaan keuangan desa seperti Dana Desa merupakan perbuatan yang dilarang dilakukan oleh perangkat desa.Apabila dilakukan, maka yang bersangkutan dikenai sanksi administratif berupa teguran lisan dan atau teguran tertulis.

Dalam hal sanksi administratif tidak dilaksanakan, dilakukan tindakan pemberhentian sementara’ dan dapat dilanjutkan dengan pemberhentian.

Atas dasar uraian penyalahgunaan keuangan desa diatas, timbul tanda tanya, jika permasalahan tersebut sudah diperiksa, dan jika ada temuan, berarti sesungguhnya, oknum kepala desa, serta oknum stafnya bisa diberhentikan.

Namun karena Inspektorat belum bisa untuk terbuka, siapa saja yang terlibat, makanya oknum aparat desa yang berhubungan dan tentang hal ini, masih melanjutkan tugasnya sebagai aparat Desa.

Contoh fakta, terkait dengan oknum aparat yang diduga terlibat yang dilaporkan hingga saat ini masih menjabat sebagai sekretaris esa,dia adalah Andres Elkaratat, saat ini menjabat sebagai sekretaris Ridol.

Permintaan serta harapan sebagian warga Desa Ridol, untuk Inspektorat daerah, dan Polsek Tanut, Polres Kepulauan Tanimbar, agar kasus 2017 ini, jangan lagi didiamkan, tetapi harus ditindaklanjuti, agar kebiasaan oknum-oknum aparat desa yang diduga memperkaya diri sendiri, dapat dikenakan sanksi administratif serta sanksi hukum.

Reportr : JIAS

Related posts