Kapolres Kepulauan Tanimbar Minta Maaf Kepada Keluarga Korban

  • Whatsapp

SAUMLAKI,N25NEWS.com -Terkait terjadinya penganiaan yang di lakukan anggotanya yang di muat di media ini Kapolres Kepulauan Tanimbar AKBP Romi Agusriansysh,S.I.K meminta maaf kepada keluarga korban.

Hal ini di sampaikannya saat media ini menemuinya di Polres Kepulauan Tanimbar pada,Jumat 25 September 2020.

” Saya atas nama pribadi dan institusi kepolisian meminta maaf kepada Masyakat Tanimbar lebih khususnya keluarga korban,saya akan pastikan duduk persoalannya,siapa salah dan siapa benar namun sudah menimbulkan korban,”Jelasnya.

Dirinya menyampaikan bahwa 5 oknum anggota Brimob sudah dalam proses pemeriksaan.

“Kita belum bisa mengatakan siapa salah dan siapa yang benar karena prosesnya masih berjalan tapi yakin dan percaya kami akan mendudukan persoalan ini secara proporsional.siapapun yang bersalah kita akan bina siapun yang benar kita katakan benar,”tambahnya tegas.

Terkait dengan dua Masyarakat olilit yang menjadi korban,Kapolres sudah mengunjungi korban dirumahnya dan meminta keluaraga untuk dirawat di Rumah Sakit.

“Semua biaya RS akan saya tanggulangi sampai sembuh,”janjinya.

Terkait penganiayaan tersebut,Komandan Kompi 3 Batalyon C Pelopor Satuan Brimob Saumlaki menegaskan bahwa Jujur dirinya bukan memukul tapi hanya menampar.

Untuk itu dirinya berharap media dalam pemberitaan jangan di pilah-pilah berita,cek dulu kebenarannya baru di naikan,”jelas Danki.

Selain itu menurut pernyataan IBTU Abraham Thenu dirinya hadir di kompi tepat pukul 01:30 Wit dan pada saat itu korban sudah ada,kondisi korban sudah berdarah dan sangat parah.

Terkait penganiayaan tersebut salah satu Tokoh Muda Olilit Angkat Bicara,Dami Batfutu mengatakan dirinya berharap agar Kasus ini di proses sampai tuntas.

“Kami tidak akan tinggal diam. Sebagai masyarakat dan pemuda, akan mengawalnya,tidak ada yang kebal hukum di Republik ini, kita percayakan kepada pihak Polres, agar dilakukan pengembangan agar siapa saja oknum yang terlibat bisa di seret sampai pengadilan,”harap Batfutu.

Dirinya sangat menyayangkan sikap arogan yang di tunjukan, seyogianya kata Dami, sekecil apapun persoalannya, kita mengharagai Hukum itu sebagai Panglima, bukan sebaliknya kekerasan fisik yang di utamakan.

“Saya juga berharap agar Profesional dalam proses Hukum tetap di jaga sehingga permasalahan ini,akan terang benderang,”tutupnya.

Reporter : ASNRA

Related posts