Katanya Salah Ketik,Pokja Tanimbar Batalkan Pemenang Paket Area Parkir Pelabuhan Feri Saumlaki

  • Whatsapp

Reporter : Elias Masela

Editor : Redaksi

 

SAUMLAKI – Proyek area parkir pelabuhan feri Saumlaki yang tendernya di menangkan oleh CV. Cahaya Kehidupan Sejahtera, 7 Juli 2021 pekan kemarin, tiba -tiba dibatalkan oleh ULP/Pokja Kepulauan Tanimbar.

Proyek yang bersumber dari APBD tahun anggaran 2021 dengan nilai Rp. 4.219.144.508.90 ini,menurut ULP/Pokja Kepulauan Tanimbar di batalkan karena dokumennya tidak memenuhi syarat,dimana syarat pengalaman tenaga ahli K3 yang seharusnya tiga (3) tahun namun di dokumen K3 pengalaman hanya nol (0) tahun.

Sehingga Kata ULP/Pokja Frejon Telusa,kalau terjadi kesalahan dokumen,sesuai ketentuan dalam peraturan pengadaan barang dan jasa,kekeliruan dokumen itu bisa di batalkan.

Selain itu pihak PoKjapun menyalahkankan PPK dimana PPK sendiri dalam dokumen persiapan,spesifikasi tekniks tidak di cantumkan pengalaman tenaga ahli K3 berapa tahun.

Hal ini di bantah keras PPK Gerson Luanmase,menurutnya dokumen yang di  ajukan sudah sesuai aturan dan prosedur pengajuan syarat pengalaman tenaga ahli K3 yaitu pengalaman nol (0) tahun dan tiga (3) tahun.

Namun kata Gerson (Panitia Pejabat Pembuat Komitmen )sampai di Pokja syarat itu di rubah harusnya nol (0) tahun pengalaman, sehingga hal tersebut  dibawa untuk jadikan standar dokumen pengadaan untuk diumumkan.

“Sampai disini kami (PPK) hanya menunggu hasil selanjutnya, namun tiba-tiba informasinya, Pokja membatalkan pemenang proyek area parkir pelabuhan feri Saumlaki,”Ujar Gerson.

Padahal kata Gerson,pengumuman pemenang tender telah di lakukan dengan  mengikuti standar Pokja yaitu nol (0) tahun pengalaman.

Selain itu kata Gerson Luanmase PPK Dinas Perhubungan ini,dalam proses evaluasi CV.Kehidupan Sejahtera, masuk urutan satu (1), berarti perusahan tersebut sudah memenuhi persyaratan dan telah ditetapkan pemenang namun tiba-tiba pokja menghilangkannya  dari sistim.

“Kami tidak terima di persalahkan dalam pembatalan pemenang tender ini (area parkir pelabuhan Feri Saumlaki),Inikan lucu?,perlu saya tegaskan bahwa  kami PPK tidak punya kewenangan untuk merubah, jadi kesalahan yang dialamatkan kepada kami, itu sama sekali tidak benar,”tegas Gerson Luanmase.

Setelah di desak media ini,akhirnya pihak Pokja Kepulauan Tanimbar dalam hal ini Frejon Telussa mengakui bahwa ada kesalahan tehknis dalam pengumuman pemenang tersebut, sehingga sudah terlanjur diumumkan pemenangnya.

Pihaknya juga membenarkan bahwa ahli K3 konstruksi itu harus pengalamannya tiga (3) tahun, bukan nol (0) tahun.hal ini juga telah di sampaikan ke PPK ,namun pihaknya telah salah dalam pengumuman tersebut.

Berkaitan permasalahan tersebut,di harapkan  kepada Bupati Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Petrus Fatlolon, SH.MH, agar mengevaluasi Unit Layanan Pelelangan (ULP)/Kelompok Kerja (Pokja), karena diduga mengamankan perusahan-perusahan special demi meraup keuntungan  pribadi dan di harapkan juga agar  dapat melihat kontraktor-kontraktor lokal yang ada di Daerah ini.

Related posts