Kecamatan Kormomolin Tindaklanjuti Pelaksanaan Vaksin COVID-19

  • Whatsapp

SAUMLAKI,N25NEWS.com-Kecamatan Kormomolin Kabupaten Kepulauan Tanimbar menindaklanjuti pelaksanaan vaksinasi COVID-19,dimana vaksin adalah bahan antigenik yang digunakan untuk menghasilkan kekebalan terhadap suatu penyakit.

Hal tersebut disampaikan Camat Kormomolin Frangklin G Lambiombir saat di temui N25NEWS.com,belum lama ini.

Menurutnya,pemberian vaksin dilakukan untuk mencegah atau mengurangi pengaruh infeksi penyebab penyakit-penyakit tertentu, contoh nyata adalah COVID-19.

Lebih lanjut,Lambiombir mengatakan,kegiatan pihak Kecamatan Kormomolin pada hari Kamis 28 Januari 2021 adalah tindak lanjut pelaksanaan vaksin penanganan COVID-19 bagi tenaga kesehatan.

Sesuai berita acara penyerahan vaksin dari Dinas Kesehatan Kabupaten Kepulauan Tanimbar kepada Puskesmas Kormomolin berjumlah 76 Flakon/Vlan, yang diperuntukan untuk divaksin adalah 39 petugas kesehatan untuk dua tahap.

Dari hasil penyampaian laporan Kepala Puskesmas Kormomolin, Laurensius Layan, S. Kep, ditemukan sejumlah petugas kesehatan sedang tidak berada di kecamatan.

Dengan demikian Camat Kormomolin,meminta agar penyerahan vaksin diwajibkan kepada Muspika Kormomolin untuk wajib mengikuti vaksin.

“Saat melakukan skrining, Camat Kormomolin tidak dapat divaksin dengan alasan mengalami takanan darah tinggi (Hipertensi), sehingga ditunda vaksinasinya.Hal yang sama pun dialami oleh sebagian petugas kesehatan yang ada,”kata Lambiombir.

Adapun,Frangklin menyampaikan, jumlah sasaran yang divaksin 39 orang tenaga kesehatan, Muspika 4 orang, total 42 orang. Sedangkan jumlah yang diskrining 36 orang,imunisasi 24 orang, yang tidak 3 orang.Jumlah yang ditunda imunisasi 10 orang, jumlah tenaga kesehatan yang hadir 5 orang.

Adapun,bagi calon penerima vaksin yang ditunda 10 orang, maka akan dilakukan tiga hari kedepan dan akan dilakukan skrining, jika suda normal maka akan dilakukan vaksin.Sebab sebetulnya antara yang sudah terinfeksi dan tidak, sama-sama harus divaksinasi.

“Secara ilmiah, jujur saya bukan orang kesehatan, canda Frangklin. sebetulnya harus divaksin karena, dia memberi contoh mereka (yang pernah terinfeksi dan belum pernah) sama-sama bisa terinfeksi,”Lambiombir.

” itu saya berharap kepada yang mendapat vaksin, atau yang belum, di Kecamatan yang dipimpinnya agar tidak ada yang saling mempengaruhi agar tidak divaksin,sebab vaksinasi kepada seseorang di mana vaksin tersebut berisi satu atau lebih antigen.Saat vaksin dimasukan ke dalam tubuh, sistim kekebalan tubuh akan melihatnya sebagai antigen,”tandas Lambiombir.

Reporter : Sanra
Editor : Aris Wuarbanaran

Related posts