Kenalkan Pada Rakyat, PDP, ODP, Carrier, Work From Home, Social Distancing, Lock Down, Ibu Jois Harap Harus Tahu

  • Whatsapp

SAUMLAKI,N25NEWS.com – Ketua TP-PKK Joice Fatlolon, mengajak  seluruh masyarakat agar tidak panik dengan Covid-19.

Diapun  meminta kepada seluruh masyarakat agar tetap waspada, dan selalu menjaga pola makan yang baik, kemudian selalu berdoa pada Tuhan yang Maha Kuasa.

Di sela-sela kesibukannya mendampingi Bupati Kabupaten Kepulauan Tanimbar, diapun mengatakan pastinya sebagai manusia biasa, tentunya merasakan kecapaian, kelelahan, namun istri Bupati ini sangat perhatian kepada masyarakat dengan berbagi kalimat-kalimat kepada insan pers agar bisa memperkenalkan atau menjelaskan arti dari beberapa kalimat, dalam menyikapi dampak virus corona atau COVID – 19.

Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (DEKRANASDA) KKT ini melalui WA meneruskan arti dari kalimat berbahasa asing ini, maksudnya agar bisa diketahui oleh rakyat KKT yang tidak dapat di jangkau, karena kesibukannya.

Jois Penturi, memperkenalkan seperti ‘CARRIER’, (Individu Pembawa Virus) adalah : Biasanya tanpa sadar dan tanpa mempunyai gejala seperti Pasien Dalam Pengawasan (PDP). ‘ODP’, (Orang Dalam Pemantauan) adalah : Seseorang dapat dikatakan ODP apabila dia sempat bepergian ke negara lain atau daerah lain yang merupakan pusat penyebaran virus, namun tidak ada kontak erat dengan penderita yang positif. Oyang masuk dalam kelompok ini adalah mereka yang belum menunjukan gejala sakit. Tindakan yang masuk kategori ODP adalah karantina mandiri empat belas hari di rumah.

Kemudian kata Ketua TP-PKK KKT , ‘PDP’, Pasien Dalam Pengawasan, adalah : Seseorang dapat di katakan PDP apabila dia sempat bepergian ke negara lain atau daerah lain yang merupakan pusat penyebar virus, dan kontak erat dengan penderita yang positif PDP mempunyai gejala seperti demam, batuk, sesak nafas, dan sakit tenggorokan atau hasil observasi ada saluran bawah yang terganggu.

Masih tambah ibu Jois, ‘WORK FROM HOME’, (Bekerja Dari Rumah). Bekerja dari rumah demi mengurangi resiko tertular virus corona. Setiap orang bisa menyelesaikan pekerjaan kantor dari rumah melalui sistim online apabila memungkinkan. Sama hal nya dengan sekolah dan Ibadah juga dapat dilakukan dirumah untuk mengurangi resiko tertularnya virus corona.
SOCIAL DISTANCING (Dilarang Berdekatan) adalah : Menjahui segala bentuk perkumpulan, menjaga jarak antar manusia, menghindari berbagai pertemuan yang melibatkan banyak orang. Hal ini dimaksutkan untuk menghentikan atau memperlambat penyebaran penyakit menular dengan mengurangi kemungkinan kontak antara orang terinfeksi dan orang lain yang tidak terinfeksi sehingga dapat meminimalkan penularan penyakit, morbiditas, dan terutama kematian.

Selain itu tambah Ibu Fatlolon ini, LOCK  DOWN (Mengunci Suatu Wilayah), Mengunci akses nasuk maupun keluar dari dan ke suatu wilayah di kunci atau di-lockdown, maka semua fasilitas publik seperti sekolah, transportasi umum, perkantoran, bahkan pabrik harus ditutup dalam kurun waktu tertentu. Bahkan aktivitas warga dibatasi.

“Saya meminta kepada semua basudara yang ada di KKT mulai dari yang sekolah maupun tidak sama sekali, agar menjelaskan pada sebagian saudara, masyarakat kita yang belum terlalu mengerti supaya tidak kaget, panik, setelah mendengar langsung kalimat-kalimat yang dimaksutkan,”ujarnya.

Dia juga, mengapresiasi instruksi Bupati untuk meliburkan para ASN dan Sekolah, mulai dari PAUD hingga perguruan tinggi di KKT, tambahnya, untuk para adik-adik SMP, SMA, Mahasiswa, para ASN, agar bisa memberi pengertian juga kepada sebagian saudara-saudara kita.

“Saya juga memohon dan mengajak, mari kita cegah bersama-sama penyebaran Covid-19, dengan belajar dari rumah, bekerja dari rumah, dan berdoa di rumah-rumah,”pintahnya.

Istri Bupati itu juga turut menyampaikan rasa terima kasihnya terahadap para tenaga medis, dokter, perawat, dan staf-staf medis yang berada di lini depan dalam menghadapi wabah ini, dalam pelayanan dan pengabdian mereka.

“Saya menyampaikan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya, kepada para dokter, para perawat dan seluruh jajaran rumah sakit, yang selalu siap dan bekerja dalam melayani penuh dedikasi dalam merawat para pasien, kadang istirahat pun sudah lewat waktunya, namun dengan penuh rasa tanggungjawab tadi, keluarga pun hampir tak mendapat perhatian,” tutur ‘Penturi.

Reporter :JIA

Editor : Reporter

Related posts