Keputusan Rapat Internal, Komisi A DPRD Kepulauan Tanimbar Panggil Pansel Untuk Hearing

  • Whatsapp

SAUMLAKI,N25NEWS.com – Ketua Komisi A Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten Kepulauan Tanimbar Gotlif Selety, saat di wawancarai media ini mengatakan,Demokrasi yang kuat bersumber pada kehendak rakyat’ dan bertujuan untuk mencapai atau kemaslahatan bersama.

Oleh karena itu, katanya demokrasi mesti berkaitan dengan masalah perwakilan rakyat. Dalam bingkai teori politik demokrasi lebih menekankan pada unsur masyarakat sebagai sebua variabel.

Rapat dengar pendapat antara Komisi A DPRD Kepulauan Tanimbar dengan Panitia Seleksi Uji Kelayakan, bertempat di ruang sidang II. Dalam wawancara dengan Ketua Komisi A Gotlif Selety mengungkapan, surat keberatan calon kepala Desa yang melaporkan kepada lembaga DPRD, Komisi A sudah menerimah disposisi dari pimpinan DPRD tanggal 25 Januari 2021.

“Sebanyak 15 surat yang kami terima Kami langsung lakukan rapat internal komisi dan keputusan rapat internal komisi menyepakati untuk memanggil pansel kabupaten hari Kamis 28 Januari 2021, untuk hering dengar pendapat,” jelas Gotlif Selety.

Sekalipun dirinya sebagai Ketua Komisi A, lalu tidak kemudian mengambil kebijakan sendiri, ini lembaga, kolektif kolegial duduk bersama-sama untuk mengambil keputusan, jangan di kira Komisi A tidur. jadi sekali lagi dirinya tegaskan, rata-rata surat yang masuk itu menyampaikan keberatan, ketidak puasan mereka terhadap pansel kabupaten karena diduga tidak transparan dalam seleksi uji kelayakan.

Deengan demikian sambungnya,Komisi yang membidangi pemerintahan tidak diam, yang pastinya ditindaklanjuti.

Gotlif Silety secara pribadi sangat memahami apa yang di rasakan masyarakat karena dalam berproses harus menguras tenaga dan pikiran, namun sesuai kapasitas sebagai anggota DPRD, bukan berarti dirinya harus mengintervensi dalam hal ini, Perda No 22 tahun 2017, dan Perbub 22 tahun 2018 pasal 33a ayat 6 huruf a.

Ketua Komisi A DPRD Kepulauan Tanimbar itu juga berharap agar semua harus b menghargai proses yang sudah berjalan sesuai mekanisme serta prosedur yang ada.

Untuk hal ini,Kami Komisi A sudah mengrluarkan rekomendasi kepada pansel untuk tinjau kembali PERDA dan PERBUB sehingga ada keterwakilan soa. Karna sebagian keberatan yang masuk tidak ada keterwakilan dari Soa, bahkan tidak ada transparansi pihak pansel terkait nilai (Bobot).

Tambahnya lagi,terkait tahapan seleksi, agar bisa di pahami juga misalnya, tahapan seleksi administrasi dengan Screning itu bukan lagi dari ketereakilan soa, karena tahapan dari soa sudah selesai.

Menurut dia, yang juga sebagai Ketua DPD Nasdem Kepulauan Tanimbar itu, pada kenyataannya menjadi seorang pemimpin yang baik itu tidak hanya sekedar tekat yang tinggi. Lebih jauh lagi kata dia, seorang pemimpin sejati haruslah didukung sejumlah kriteria tertentu yang dapat dari proses yang panjang dan konsisten.

Gotlif juga menyentil panitia penanggung jawab kecamatan, seyogianya memberikan sosialisasi kepada masyarakat setempat, berkaitan dengan PERDA 22 tahun 2017 dan PERBUB 22 tahun 2018 agar dapat dipahami, sehingga tidak membingungkan. Ini suatu kelemahan bagi panitia pengawas kecamatan.

“Saya mengingatkan kepada panitia pengawas kecamatan, kalian harus punya manajemen yang baik, punya strategi dalam bertindak, mampu berkomunikasi dengan baik dan efektif, dan tidak lepas tangan, dan bisa bertanggung jawab,” ujar Gotlif.

Katanya, karena rata-rata keberatan yang masuk ke DPRD adalah keterwakilan Soa, dan dugaan tidak transparannya pansel kabupaten. Kemudian tindak lanjut kami komisi A, adalah tinjau kembali Perda dan Perbub tersebut.

Reporter : Sanra

Related posts