Konsen Masalah Kesehatan Petrus Fatlolon,Bupati Kepulauan Tanimbar Siap Anggaran 3 Millyar Lebih

  • Whatsapp

SAUMLAKI,N25NEWS.com-Bupati Kepulaun Tanimbar Petrus Fatlolon  SH.MH angkat bicara terkait kekosongan stok obat-obatan dan hutang pada Rumah Sakit Umum Daerah dr. PP Magrety saat diadakan konfrensi Pers di ruangan rapat Bupati,senin(26/10).

Dikatakannya,yang merupakan penyebab hutang adalah salah satu aspek manejemen rumah sakit yang kurang mampuh mengendalikan proses pengadaan obat-obatan dan bahan habis di pakai.

Selama ini Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) tidak menyiapkan administrasi secara lengkap sesuai mekanisme untuk melakukan proses pembayaran hutang,selain itu telah dilakukan beberapa kali pergantian PPTK RSUD dr.PP Magrety namun tidak ada perubahan yang signifikan sebagaimana yang diharapkan.

Sehingga,lanjut Bupati dengan adanya pergantian itu ,proses pembayaran yang di tangani oleh PPTK sebelumnya tidak  dapat diproses.sementara sejak dari tahun 2016 pemerintah daerah telah menganggarkan dana pembayaran hutang obat-obatan dan bahan habis di pakai samapai pada tahun ini.

“Hutang sebanyak itu belum dilunasi selama empat tahun ini,disebabkan karena terjadi kesalahan pada  menejemen yang dilakukan oleh PPTK,dan dalam waktu dekat ini pihak Pemda akan menyiapkan anggaran sebesar Rp.3.075.709.567 untuk membayar seluruh hutang rumah sakit kepada pihak ke-3 yaitu belasan perusahaan penyediaan obat-obatan dan bahan habis dipakai,”jelas Bupati.

Lebih lanjut Bupati mengatakan,jika dilakukan penyegaran maupun pergantian  staf di rumah sakit dr.PP Magrrty semestinya yang diperhatikan adalah skil dan basik yang sesuai.

Sementara itu,Direktur RSUD dr.PP Magrety Saumlaki, dr.Fulfully Ch .Nuniary menjelaskan,”tidak bisa digantikan dikarenakan SDM kita terbatas.Kita juga masih sangat kekurangan jurusan,perumasakitan jika sesuai kejurusan maka tatakelolaka kita lebih baik lagi.ujar Fulfully.

“Untuk itu,ada beberapa kendala yang kita hadapi di rumah sakit yaitu,peningkatan jumlah pasien yang meningkat  sementara pengadaan obat-obatan dan bahan habis dipakai dan terbatas,serta masih sesuai tipe rumah sakit,”tandas Fulfully.

Reporter   : SRA

Editor       : Aris Wuarbanaran

Related posts