Masela,Minta Bupati KKT Hentikan Aktivitas Tenaga Kerja Di CV.Weru

  • Whatsapp
Kabiro N25NEWS.com KKT,Jams Masela

SAUMLAKI,N25NEWS.com-Ketua DPC Lembaga Aliansi Indonesia (LAI) Kabupaten Kepulauan Tanimbar (KKT) Jams Masela meminta dengan tegas kepada Bupati KKT Petrus Fatlolon SH.MH untuk menghentikan aktifitas tenaga kerja di Perusahan Mutuara CV.Weru Seira,sebagai antisipasi dalam upaya optimalisasi pencegahan penyebaran Covid-19.

“Kita tau bersama instruksi Presiden untuk semua lembaga perkantoran, perusahan di liburkan dan tetap di rumah, namun CV.Weru Seira sampai saat ini,karyawan pun tidak diliburkan dan terus beraktifitas sampai hari ini,”ungkap pria asal desa Arma ini kepada N25NEWS.com,jumat (1/5/2020).

Lebih lanjut Jams menjelaskan,virus yang menular melalui droplet atau cairan mulut dan hidung orang yang terinfeksi ini,yang awal mewabahnya dari Wuhan provinsi Hubei China ini kini telah menginfeksi hampir seluruh penduduk bumi.Olehnya pemerintah pusat lewat kebijakan instruksi untuk setiap provinsi dan kabupaten/kota mengambil langkah agresif untuk menekan wabah corona.

“Lalu bagaimana dengan perusahan yang mempekerjakan karyawan ? salah satu contoh pada Perusahan Mutiara,milik Big Bos, Sukendy itu ? apakah ada bekingan dari unsur pemerintah ? ataukah, dari lembaga yang terhormat DPRD dan instansi lainnya ? dugaan Saya, uang adalah raja kepada mereka-mereka yang menjadi bekingan untuk perusahan tersebut,”tegas Masela.

Dia tegas mengecam keras terahadap perusahan tersebut yang sampai saat ini masih mempekerjakan tenaga kerjanya.Selain itu,ia menilai dinas terkait hanya bungkam dan terkesan tidak merespon kebijakan pusat,yang ditindaklanjuti oleh Pemprov Maluku dan Pemkab KKT menyangkut Stay of Home.

Adapun,Masela juga menyinggung, terkait dengan Menteri Ketenagakerjaan, Ida Fauziah telah mengeluarkan Surat Edaran (SE) No M/3/HK. 04/III/2020 tentang Perlindungan Buruh/Pekerja dan Kelangsungan Usaha dalam Rangka Pencegahan Covid-19.

“Edaran yang ditujukan kepada seluruh Gubernur itu meminta agar pemerintah daerah berupaya mencegah penyebaran dan penangan kasus terkait Covid-19 dilingkungan kerja, (Undang-Undang No 4 Tahun 1984 Tentang Wabah Penyakit Menular),”jelas pria  yang terkenal vokal ini.

Sementara itu,terkait fungsi pengawasan DPRD,ia menandaskan,seharusnya lembaga terhormat itu seyogianya mempunya empati terahadap warga atau tenaga kerja, bukan malah sebaliknya mengetahui namun diam seribu bahasa, seakan-akan adakan pembiaran begutu saja.Namun ironi yang terjadi DPRD KKT mengetahui hal tersebut namun membisu bak patung.

“Untuk itu,sekali lagi saya meminta kepada Bupati dan semua yang berkepentingan di negeri Duan Lolat,agar segera mengambil langkah dan kebijakan untuk hentikan aktifitas Perusahan Mutiara CV.Weru,demi keselamatan masyarakat Tanimbar dari ancaman wabah Covid-19,”tandas Masela.

Reporter          : JIA

Editor              : Aris Wuarbanaran  

Related posts