Memilah Persoalan, Gotlif Siletty Meragukan Pernyataan Oliver Srue, Tentang Data

  • Whatsapp

Saumlaki,N25NEWS.com – Pernyataan Ketua Sekolah Tinggi Keguruan Dan Ilmu Pendidikan (STKIP) rumpun lelemuku Saumlaki Oliver Srue, S. Th. M. Pd. Mempertanyakan peran Komisi A DPRD Kepulauan Tanimbar, terkait bocornya data hasil uji kelayakan dan keputusan (SCRENING) calon Kepala Desa se-Kabupaten Kepulauan Tanimbar, mengundang reaksi dari Ketua Komisi A DPRD, Gotlif Siletty.

Ketua Panitia seleksi tingkat Kabupaten Kornelis Belay, dalam pernyataannya pada salah satu media online mengatakan, pihaknya sedang meneliti siapa yang membocorkan dokumen

Tambah mantan Kasad Satpol PP itu, data itu bukan hasil uji kelayakan, itu adalah data sementara saat panitia melakukan penilaian bagi para calon. Jadi kita juga tidak diam, kami lagi mengecek, data itu bocor dan dari pihak mana.

Berdasar Pernyataan Ketua Panitia itu, Ketua Komisi A DPRD Gotlif Silety, lalu kemudian tidak sembarangan memanggil Ketua Panitia Screning untuk menjelaskan terkait kisruh tersebut, namun jika sudah ada laporan resmi dari para calon yang merasa tidak adil dalam penetapan, pengumuman hasil itu, jelas kita akan memanggil panitia untuk mengklarifikasi serta mempertanggungjawakannya, itu mekanisme aturan.

Dengan demikian,kata Gotlif, pernyataan Oliver Srue, dinilai tidak berdasar, dan tidak milik data valid.malah hanya memperkeruh keadaan.

Sebagai Ketua Komisi A DPRD Kepulauan Tanimbar, kata Gotlif, Oliver Srue, dalam mengomentari sesuatu lebih dulu menyiapkan validnya suatu data, baru berkomentar jangan omong doang tanpa bisa membuktikannya.

Tambah Gotlif Silety, interpretasi data penelitian adalah sebuah hasil dari analisis dengan berbagai macam pertanyaan, kriteria, maupun sebuah standar tertentu guna untuk dapat menciptakan sebuah maknah dari adanya sebuah data yang di mana dikumpulkan oleh seseorang dan perlu di pahami atas kefalitan data itu bisa dibuktikan, sehingga berkualitas, bukan malah menjadi giringan dalam berkomentar yang berpotensi Hoax.

“Terkait dengan kinerja pansel, jika ada kekeliruan dalam tahap Uji Kelayakan, maka kita akan rekomendasikan untuk panitia seleksi memperbaikinya. Jika panitia sudah kerja sesuai mekanisme, maka semua pihak harus menerimah dan jangan buat gaduh di tengah-tengah masyarakat lewat komentar, pernyataan yang makin membingungkan,” pinta Gotlif.

Sekali lagi katanya, jika panitia seleksinya keliru, maka Komisi A DPRD dan dirinya selaku Ketuanya akan meminta kepada Bupati Kepulauan Tanimbar untuk menegur panselnya, kalau ada yang keliru, supaya obyektif. Namun misalnya pansel punya hasil kerja sudah sesuai, harus diterima, dan jangan memaksa kehendak.

Ketua Komisi A DPRD Kabupaten Kepulauan Tanimbar itu, berharap kepada saudara Oliver Srue, agar lebih lagi mendalami falidatas, interpretasi lebih jelasnya data dan fakta.

Reporter : Sanra.

Related posts