Oknum Kades di KKT Diduga Sekap Isteri Orang

  • Whatsapp

SAUMLAKI,N25NEWS.com-Mengelolah anggaran dana desa yang nilainya fantastis membuat Kepala Desa merasa dapat melakukan apa saja seturut kesenangannya sebagaimana yang dilakukan oleh oknum kepala desa di Kecamatan Kormomolin Kabupaten Kepulauan Tanimbar diduga merebut isteri orang dan menyekapnya disalah satu penginapan di Kota Saumlaki.

Korban yang berhasil dikonfirmasi wartawan N25NEWS.com menuturkan bahwa oknum kades yang sudah beristeri mengutarakan cintanya pada korban sejak tanggal 27 Oktober 2019 di sebuah kegiatan desa saat itu korban ditunjuk selaku ketua panitia kegiatan tersebut.

Sejak kades menembak asmara korban dirinya (korban) selalu dihalang – halangi untuk bertemu dengan suaminya yang berdomisili di Kota Saumlaki, mengingat korban tinggal disalah satu desa di Kecamatan Kormomolin, karena kepentingan pekerjaan sebagai tenaga honorer pada sekolah dasar didesanya sendiri.

Korban menuturkan, untuk menemui suaminya saja dirinya harus diam – diam datang ke Saumlaki dimana suaminya berdomisili, kalau tidak dihalangi oleh Pak Kades.

“Kepala Desa menjanjikan kepada saya untuk bersabar sambil dirinya ( Kades-red) kumpul uang sampai habis masa jabatan lalu katong dua lari kawin, dia (kades) juga bilang kepada saya jangan lagi ketemu suami dan dia akan kasih modal usaha kepada saya, selain itu saya diminta oleh kades untuk jadi kepala sekolah PAUD dan TK,” tutur korban dihadapan suami dan pamannya.

Korban menambahkan,” bahwa kades sering kasih uang buat saya dan juga kades minta nomor rekening anak – anak saya yang bersekolah di Papua dan oknum kades sering kirim uang kepada mereka, jadi kalau saya hitung – hitung uang yang kades kasih buat saya dan anak – anak sekitar dua puluh juta rupiah.”

Korban menuturkan bahwa, hari Kamis malam dirinya sedang mandi dikamar mandi dirumah orang tuanya tiba – tiba kades mengetuk pintu kamar mandi dari luar sambil berkata buka pintu dolo sebab ada yang Kaka mau bilang, setelah korban keluar dari kamar mandi hendak menuju kedalam rumah yang terpisah dengan kamar mandi, HP milik korban terjatuh dan langsung diambil oleh kepala desa kemudian dibawah pergi lalu disimpan diruang kerja kades dikantor desa. Korban merasa kesulitan untuk menghubungi anak – anaknya dan meminta kades segera mengembalikan HP korban namun kades enggan mengembalikannya.

Kesesokan harinya Jumat (24/04) korban memutuskan untuk pergi ke Saumlaki bertemu suaminya dengan menumpangi kendaraan umum, kades menyusulnya dan mendahului untuk menunggu korban diterminal pasar omele.

Sesampainya korban diterminal korban meminta kades untuk mengembalikan HP milik korban, namun kades justru mengajaknya nginap dipenginapan, korban menolak ajakan kades namun karena dipaksa terus dan mengingat HP miliknya belum dikembalikan akhirnya korban pun terpaksa memenuhi ajakan kades. Sampai disalah satu penginapan dikota saumlaki korban langsung disekap oleh kades sejak pukul 10:00 wit sampai hari Sabtu (25/04) sekitar pukul 11:30 wit barulah korban dilepas oleh oknum kepala desa.

Suami korban sebelumnya sudah menegur kades terkait informasi yang berkembang di masyarakat terkait hubungan asmara antara oknum kades dan isterinya namun kades selalu mengelak bahwa dia tidak memiliki hubungan asmara dengan korban. Sering korban merasa kasihan dengan isteri oknum kades yang selalu kerja kopra demi memenuhi kebutuhan rumah tangganya sementara dirinya ( korban) tanpa meminta selalu diberi uang oleh kades.

Diharapkan Dinas terkait segera menyikapi persoalan ini serta inspektorat daerah kabupaten kepulauan Tanimbar juga segera mengusut dan memeriksa secara detail laporan keuangan desa.

Karena ditelisik dari perilaku hidup kepala desa tersebut, maka patut diduga telah terjadi penyimpangan anggaran desa. Selanjutnya diharapkan Bupati Kepulauan Tanimbar agar menindak tegas oknum kepala desa dimaksud terkesan telah mencoreng nama baik Pemerintah Daerah.

Reporter :JIA Biro KKT

Editor : Redaksi

Related posts