Panglima Kodam XVI Pattimura Diminta Proses Hukum Oknum TNI Yang Hilangkan Amunisi

  • Whatsapp

SAUMLAKI, N25NEWS.com-Panglima Kodam XVI Pattimura diminta untuk melakukan proses hukum terhadap para oknum TNI-AD 734 SNS yang diduga menghilangkan amunisi.

Diketahui sebnayak 72 kotak amunisi yang ditenggelamkan beberapa oknum TNI-AD, di seputaran pantai Laut Ukurlaran menggunakan kapal motor laut dan menjadi tanda tanya.Pasalnya, salah satu oknum prajurit yang terlibat masih berdinas dan tidak tersentuh proses hukum, ada apa dengan Komandan Yonif 734/SNS ?.

Adapun, diperikirakan sudah setahun proses hukum terhadap oknum-oknum yang sengaja menghilangkan amunisi dengan cara membuang ke laut ini mandek.

Diduga kuat ada kongkalikong dalam proses persoalan ini.Dimnaa, amunisi dengan jumlah 72 kotak ini dibuang begitu saja tanpa alasan yang jelas dan diduga ada upaya penyelundupan.

Amunisi adalah barang negara, yang dipakai oleh aparat TNI dan Polri yang dipersenjatai, oleh setiap penggunaanya harus dipertanggung jawabkan, namun lain dan aneh, sejumlah 72 kotak amunisi dibuang dengan cara ditenggelamkan ke laut.

Olehnya, Komandan Yonif 734/SNS diminta untuk mempertanggung jawabkannya.Jika tidak, dipastikan permasalahan ini akan dilaporkan langsung ke Panglima TNI agar terang benderang prosesnya.

Wartawan N25 NEWS. com, sudah berulangkal, lewat Pasi Intel Batalyon via telpon hendak mengonfirmasi ke Danyonif 734/SNS terkait amunisi tersebut, namun Pasi Intel selalu beralasan komandan lagi sibuk, hingga berita ini terbit.

Panglima Kodam XVI Pattimura diminta agar menyikapi persoalan ini, dan menindaklanjuti oknum prajurit yang masih berdinas dan belum tersentuh proses hukum sama sekali.

Diketahui amunisi tersebut direncanakan akan dikirim ke pulau Aru/Dobo untuk Satuan penugasan itu gagal dan harus dibuang ke laut menggunakan sebuah kapal motor yang wartawan media ini berhasil mengkonfiramasinya.

Reporter : JIA
Editor : Aris Wuarbanaran

Related posts