Pejabat Kades Lauran Diduga Tidak Paham Aturan

  • Whatsapp
Pj Kades Lauran Justus Bwariat

SAUMLAKI,N25NEWS.com-Pejabat Kades Lauran lagi-lagi berusaha mengadu domba sesama media, pasalnya pejabat kades hendak melakukan klarifikasi terkait dengan sala satu pemberitaan di media online N25NEWS.com yang berjudul, “Pejabat Kepala Desa Lauran Diduga Tidak Transparan Terkait Dana Silpa 2019”.

Adapun,dengan maksut melakukan konfresi pers atau jumpa pers,namun yang terjadi bukan konfresi pers,melainkan mengklarifikasi berita tersebut di media lain.Agar dapat dipahami bisa membedakan berita yang di klarifikasi,dan konfresi pers.

Selain itu,jika bermaksut melakukan konfresi pers untuk mengklarifikasi sebuah pemberitaan pada salah satu media,harusnya semua media, atau perwakilan media masing-masing di undang, bukan satu, dua media saja,agar dipahami apa itu konfresi pers atau jumpa pers.

Lebih jelasnya agar di pahami adalah,tujuan utama konfresi pers adalah untuk mewujutkan keinginan pemrakarsa untuk menyampaikan pernyataan atau informasi oleh suatu organisasi atau individu dengan mengundang media masa agar datang dan meliput dengan harapan berita akan disiarkan seluas-luasnya, bukan satu dua wartawan.

Pejabat Kades Lauran beserta bendaharanya, diduga berusaha untuk mengadu domba antara media yang satu dengan media lain,dengan mengundang sala satu oknum wartawan yang tidak punya dasar kompetensi, yang berhasil di profokasi oknum bendahara desa Lauran.

Untuk di ketahui ,wartawan media ini,dalam mempublikasi sebuah pemberitaan bukan berdasarkan prasangka, yang pastinya mengkonfirmasi sumber. Hasil konfirmasi sumber (Pejabat Kades Lauran) di ruangannya,tanggal 30 September 2020,pukul 04.00, WIT atas informasi sebagian warga terkait dengan dana silpa 2019, yang dikelolah sang pejabat kades sendiri, dan tidak ada papan informasi.

Papan informasi tentang besaran anggaran maupun realisasi anggaran sebenarnya mempermudah proses penyampaian informasi kepada masyarakat,sehingga aparat desa tidak perlu lagi memberikan penjelasan kepada masyarakat.Menyediakan informasi khusunya tentang pengelolaan dana desa, maka dengan sendirinya mempermudah proses penyampaian informasi kepada masyarakat.

“Kami buat papan informasi dan anggaran yang di peruntukan buat pekerjaan di desa, setelah tiga hari kemudian kembali lagi untuk melihat ternyata papan informasi itu belum ada,lalu kemudian yang menjadi pertanyaan alasan apa hanya papan informasi saja tidak bisa di buat,kata Pejabat Kades membenarkan.

Lain hal lagi,anggaran Silpa tersebut yang bernilai ratusan juta rupiah ini tidak di pegang oleh bendahara, namun Pejabat Kades sendiri yang mengamankan dan mengelolahnya.Hal ini,kemudian sang Pejabat kades membenarkan,memang benar hanya mengamankan mengingat yang lalu-lalu,ada apa dengan sang pejabat kades.

Adapun,Pejabat Kades menyarankan akan memberitahukan bendahara terkait konfirmasi,dengan mengambil nomor kontak wartawan, namun wartawan berusaha untuk bertemu bendahara akan tetapi, selalu tidak bisa ditemui,duhubungi via telepon pun, menolak panggilan, hingga berita dinaikan, karena tidak ada niat baik untuk bisa memberikan waktu untuk dikonfirmasi.

Jadi diharapkan kepada Pejabat Kades Lauran dan bendaharanya, agar bisa membedakan konfresi pers dengan mengklarifikasi suatu berita yang di publikasi, agar tidak keliru dalam menafsirkan dan mengadu domba antar media yang satu dengan yang lain.

Sementara itu,terkait dengan anggaran, dan pekerjaan yang bersumber dari anggaran Dana Desa di desa Lauran,maka sudah barang tentu sebagai wartawan pastilah akan selalu dalam pengawasan agar benar-benar peruntukannya.

Sedangkan terkait dengan pekerjaan ruangan kantor BPD desa Lauran, semua material kayu, pasir,batu, pejabat kepala desa yang menjadi suplayernya, mengapa bukan kepada masyarakat, agar di perdayakan  dan mendapat pekerjaan.

Untuk itu,sungguh terlalu naïf jika harus pejabat kepala desa yang sendiri terlibat sebagai suplayer, mungkinkah sudah ada persengkokolan dengan bendahara, dan sekretaris sesa ?.Hal ini masih diduga dan masih dalam penelusuran wartawan.

Reporter    : JIAS

Editor        : Aris Wuarbanaran

Related posts