Pekerjaan 2 Milyar Memakan Korban Laka Lantas

  • Whatsapp

SAUMLAKI,N25NEWS.com-Kecelakaan lalu lintas tunggal kembali terjadi di jalan poros Saumlaki,Kabupaten Kepulauan Tanimbar (KKT) terhadap dua pengendara bermotor KU dan FL.

Terjadinya lakalantas tunggal ini disebabkan ,tidak dipasangkannya rambu-rambu keselamaran kerja (K3).
Mengacu pada dari Permen 36 tahun 2016 tentang tata cara pengawasan ketenagakerjaan.

Adapun,pembangunan proyek trotoar di jalan Ir.Soekarno (jln Poros),tepatnya didepan Kantor Bupati KKT,dimana sepanjang jalan poros tersebut hampir tidak ditemui tanda peringatan sementara dilakukan pengerjaan proyek trotoar.

Hal inilah yang mengakibatkan terjadinya kecelakaan bagi para pengendara motor tersebut.

Adapun kronologi kecelakaan berawal dari dua orang pengendara motor yang melaju dari arah utara jalan poros,sampai didepan Kantor Bupati KKT disitu terdapat tumpukan yang akan digunakan untuk pekerjaan trotoar.

Selanjutnya pengendara motor tersebut menabrak tumpukan karung yang berisi pasir,kemudian pengendara tersebut terjatuh sehingga mengalami luka yang serius.

Sementara itu,diatas jalan aspal tampak terlihat bercak darah akibat bagian tubuh pengendara ada yang terluka,kedua korban tersebut kemudian dilarikan ke Rumah Sakit PP Magreti Saumlaki.

Adapun,terjadinya kecelakaan lakalantas diduga lemahnya pengawasan yang dilakukan oleh dinas Nakertrans KKT,sehingga kecelakaan itu terjadi.

Sementara itu,berdasarkan Permen No.19 tahun 2012 tentang penyerahan sebagian pelaksanaan pekerjaan kepada perusahan lain,dimana kelemahan ada pada pengawas ketenagakerjaan dalam hal ini pengawas pada Dinas Perindag Naker Provinsi Maluku yang berada di Kabupaten KKT,tidak melaksanakan tugasnya secara optimal sesuai dengan amanat Peraturan Menteri No 36 tahun 2016 tentang pengawasan ketenagakerjaan.

Peristiwa ini jangalah sianggap sepele,sebab ini menyangkut nyawa seseorang,namun kenyataannya terjadi di lapangan menyimpang atau keluar dari peratuaran yang ada.

Selain itu,nyawa seakan tidak dihargai karena perusahaan jasa yang melakukan kegiatan di KKT tidak pernah melaporkan pekerjaannya kepada Dinas Perindag Naker KKT soal pekerjaan yang dilaksanakan.

Dinas Perindag Naker,seharusnya melaksanakan tugas dan fungsinya terkait dengan perusahaan jasa borongan yang melaksanakan kegiatan proyek pembangunan yang dilaksanakan di KKT t,ironisnya pekerjaan jasa borongan ini tidak diinformasikan kepada instansi yang berwewenang.

Diketaui kondisi ini selalu terjadi dari tahun ke tahun dan tidak mengalami perubahan yang signifikan,sehingga tidak menutup kemungkinan terjadi persoalan,sehingga hal ini patut dipertanyakan tugas dan kewenangan dari Dinas Perindag Naker,apakah sudah melaksanakan tugasnya secara optimal ?
Reporter : AI
Editor : Redaksi

banner 300x250

Related posts

banner 468x60