Penjaringan Balon Kades Sangliat Dol Diulangi,Ada Apa Dengan Camat Wertamrian

  • Whatsapp

SAUMLAKI,N25NEWS.com-Pemilihan kepala desa (Pilkades) merupakan salah satu bentuk pesta demokrasi di level desa sebagai ajang kompetisi politik para calon kepala desa yang di gelar dalam enam (6) tahun sekali.Pilkades merupakan bagian dari proses politik masyarakat desa untuk terjadinya perubahan di suatu desa.

Sedangkan,tugas panitia pemilihan kepala desa,adalah, mengkordinasikan,menyelenggarakan, mengawasi dan mengendalikan semua tahapan pelaksanaan pemilihan. Mengendalikan Penjaringan, dan Penyaringan bakal calon,menetapkan calon yang telah memenuhi persyaratan, serta masi beberapa lagi tugas panitia yang tidak di uraikan keseluruhan.

Selain itu,penjaringan terhadap bakal calon (balon) kepala desa otomatis harus menghadirkan Soa yang telah bersepakat untuk mengajukan calonnya. lalu kemudian salahnya dimana ?,bukankah masalah penjaringan di desa oleh Soa-Soa tersebut, adalah hak mutlak desa ?,lalau regulasi yang mana bisa menggugurkan penjaringan di desa, yang adalah hak mutlak.

Apakah dengan sebotol sopi di bawa ke Soa-Soa, dengan maksut di restui para tetua yang ada di Soa, itu sebua pelanggaran ?,Bukankah dengan cara demikian, telah menunjukan budaya orang Tanimbar ?,Lalu karena ada pihak lain yang tidak setuju, kemudian berusaha untuk mempropaganda, provokasi, bahawa hal itu adalah sebua cara menyogok tua-tua adat, atau Soa-Soa yang ada di desa.

Ada apa dengan Camat Wertamrian hingga sangat menggebu-gebu untuk mengulangi penjaringan ulang di desa Sangliat Dol ?.

Regulasi serta peraturan yang ada,bukan menjadikan dasar untuk mengintervensi penjaringan yang adalah hak mutlak suatu desa.Peraturan itu,ada dan di jadikan dasar,jika sudah masuk ke tahapan lain, setelah penjaringan itu dan harus menghargai hak mutlak desa itu,bukan sebaliknya diduga mengintervensinya.

Mahkamah Konstitusi sebut desa merupakan kesatuan masyarakat hukum yang memiliki batas wilayah yang berwenang untuk mengatur dan mengurus urusan pemerintahan,kepentingan masyarakat setempat diakui dan dihormati dalam sistim pemerintahan.

Untuk demikian jangan terlalu mengintervensi apa yang menjadi hak desa, yang nantinya adat adalah suatu tatanan hidup masyarakat setempat, akan menjadi hal yang mudah hancur karena sebuah intervensi penguasa pemerintah.

Carut marutnya, dengan alasan regulasi,serta Perbub, jangan di jadikan dasar untuk mengintervensi hak mutlak para Soa-Soa yang ada di desa. Berikan mereka kebebasan, dan jangan jadikan sebuah pembodoan politik terhadap masyarakat dalam penjaringan Kepala Desa.

Penjaringan bakal calon Kepala Desa Sangliat Dol, melalui Soa-Soa yang ada di desa,sudah sah dan sudah dibuat dalam satu berita acara,otomatis telah melalui proses yang sudah tepat, dan jangan menjadikan isu hoax,seakan-akan ada sogok menyogok kepada Soa-Soa yang ada di desa, biarkan mereka.

Sekali lagi, tolong Pemerintah Kecamatan Wertamrian,stop intervensi masalah penjaringan tersebut, sehingga berlangsungnya sebua politik di desa berjalan dengan baik,bukan malah sebaliknya, akan membuat sesuatu yang akan berpotensi ketidaknyamanan masyarakat, hingga akan berakibat fatal, masalah,korbanya masyarakat desa itu sendiri.

Reporter       : JIA

Editor           : Aris Wuarbanaran

Related posts