PERAN “Stakeholder” Dalam Melancarkan Operasional Hulu MIGAS Selam Pandemi COVID-19

  • Whatsapp

Oleh : Elias J Masela

SAUMLAKI,N25NEWS.com – (24-10-2020).Meretapi jutaan Manusia menjadi korban Virus Corona. 134 Negara di Jagat Raya, ketika kebijakan pemerintah untuk tidak keluar rumah dikarenakan ribuan, bahkan jutaan orang terinfeksi dan ratusan sampai ribuan orang meninggal dunia karena covid-19, di sisi lain para pemangku kepentingan SKK Migas dan KKKS bekerja sama dengan INPEX masuk ke luar kampung dan desa di papua dan Maluku. Niat tulus, serta dedikasi yang tinggi mereka, hanya untuk donasikan bahan makanan (BAMA) kepada rakyat terdampak penyakit yang di sebabkan oleh virus severe acute respiratory syndrome corona virus 2 (SARS-COV-2) Covit-19 yang dapat menyebabkan gangguan sistim pernapasan, flu, hingga infeksi paru-paru seperti pneumonia itu.

Sejarah mencatat dengan jumlah warga terpapar covid-19 tertinggi di Asia Tenggara, membuat para pemangku kepantingan didaerah-daerah terus menjadi perhatian, bersatu mencegah penyebarannya. Tentang bagaimana memajukan khususnya Maluku-Kepulauan Tanimbar di tengah kejamnya covid-19 yang secara nyata telah banyak rakyat meninggal dunia akibat wabah ini. Wabah ini akan menjadi sejarah baru bagi masyarakat di Papua dan Maluku yang tetap akan di kenang. Terhadap upaya para pemangku kepentingan SKK Migas dan kontraktornya, pemerintah daerah dan masyarakat. Di sadari sepenuhnya bahwa selama pandemi covid-19 berlangsung, para pemangku kepentingan di daerah, terus berperan di lapangan. Mereka sangat memaksimalkan tenaga, waktu dan pikiran untuk memberikan pelayanan terbaik di daerah masing-masing (Papua-Maluku).


Para pejabat dan pegawai instansi,selalu ada dilapangan, tak lain untuk memberikan dukungan sesuai apa yang bisa di berikan. Sungguh mulia tugas yang dilakukan, dilaksanakan secara sungguh yang pasti sesuai aturan yang berlaku. Itulah SKK Migas dan KKKS pemalu (Papua dan Maluku).

Di tengah upaya pencegahan, penanganan, covid-19 berkelanjutan. Upaya para Stakeholder instansi ini bersinergi dengan pemerintah daerah di kawasan Industri Hulu Migas. Peran besar SKK Migas dan para kontraktornya untuk operasional industri Hulu Migas terus eksis, upaya SKK Migas dan KKS itu semakin memperkaya cerita dalam sejarah di tengah pandemi covit-19 papua-maluku. Karena itu dukungan Pemerintah daerah dan Masyarakat diharapkan sangat demi kemajuan anak-anak bangsa. Enaknya, karena Migas bersama kontraktornya bisa sinergi dengan semua unsur yang berkepentingan, dengan tujuan kelancaran operasional Industri Hulu Migas di tengah pandemi ini berlangsung.

Kerja sama demikian antara Pemerintah daerah Papua dan Maluku, dengan kerja sama itu, pembangunan Industri Hulu Migas berjalan tanpa hambatan. Juga, pihak Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas), KKS Pamalu serta masyarakat. Di dua Propinsi penghasil Migas ini, pembangunan Industri Hulu Migas diharapkan tidak ada hambatan karena peran masing-masing. Keuntungan bukan kepada siapa, tapi hasil produksi Migas akan kembalu juga ke daerah untuk pembangunan, kepentingan non fisik dan non warga setempat secara umum. Disini butuh upaya para pemangku kepentingan atau pimpinan SKK Migas untuk berperan.

Paling berharga untuk sejarah perjuangan SKK Migas, dibutuhkan upaya peran pemangku kepentingan tadi untuk berperan. Keputusan, upaya mobilisasi perubahan kru dan mendatangkan logistik, yang paling dibutuhkan untuk operasional Hulu Migas. Untuk melindungi operasional Hulu Migas, kegiatan perubahan pekerja dilapangan operasi harus tetap eksis/bekerja. Dan tentunya, SKK Migas dan KKKS hanya tegakan gerakan ditengah pandemi covit-19.

Related posts