Praktek Ilegal Kayu Di Duga Terlibat Oknum KPH Dan TNI-AD KKT

  • Whatsapp

SAUMLAKI,N25NEWS.com – Praktik illegal logging (pembalakan/penebangan liar) di Kabupaten Kepulauan Tanimbar (KKT) diduga melibatkan oknum pegawai Kehutanan berinisial FR dan seorang anggota TNI AD inisial R,dimana keduanya secara diam-diam telah menyeludupkan kayu ke Pulau Marsela tanpa dokumen lengkap.

“Hasil temukan kami dilapangan,ternyata modus yang dilakukan kedua oknum tersebut adalah merekayasa nota,dimana nota seharusnya unyuk kayu budidaya,namun yang terterah pada notanya adalah untuk kayu produksi,”ungkap Ketua Lembaga Aliansi Indonesia (LAI) KKT,Jams Masela kepada N25NEWS.com,belum lama ini.

Dijelaskannya,nota angkut tersebut hanya digunakan, untuk kayu budidaya yang berasal dari hutan rakyat,bukan untuk kayu produksi, namun ironisnya kayu jenis Torem lima kubik tersebut,tanpa bisa tunjukan bukti pembayaran PSDH, dan SKSHH beserta kayu ini diduga ilegal karena tidak berdokumen lengkap.

Lebih lanjut,Masela menambahkan, bahwa praktik ini di duga kuat ada kongkalikong antar beberapa pihak.kayu yang nota angkutnya merupakan cap CV.Elok Jaya tersebut bukan di tahan namun di naikan lagi ke KM. Intim Mulia saat unit buser ST. VK cs Tiba di pelabuhan.

Akibat dari perbuatan oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab ini,sudah barang tentu masyarakat adalah korbannya,baik kesewenang-wenangan dan ketidakadilan.Hal ini terbukti dimana masyarakat dicari celah kesalahan mereka dengan dituding miliki bisnis kayu,namun dilain sisi para mafia kayu yang berpangkat dibiarkan bebas menjalankan bisnis mereka tanpa tersentuh oleh pihak berwajib.

“Kalau mau jujur hal ini sangat miris yang terjadi di tanah kami (Tanimbar) ini,dimana masyarakat kecil yang menjalankan usaha kayu secara kecil-kecil,namun ditangkap Buser Polres dan diproses hingga vonis pengadilan dan sudah pasti mendekam dibalik jeruji besi (penjara),”tutur Masela.

“Untuk itu,saya berharap pihak Pangdam XVI Patimura,Polda Maluku dan Dinas Kehutanan Provinsi Maluku,untuk mengevaluasi oknum-oknum tersebut dan juga mencopot oknum ST,VK yang bertugas di Polres MTB,sebab kami tidak ingin mereka (oknum pelaku) seperti ini bertugas di Bumi Duan Lolat,”tandas Masela.

Editor : Aris Wuarbanaran

Related posts