Seluruh Pelaku Kredit Usaha di KKT Jangan Memberatkan Masyarakat

  • Whatsapp

SAUMLAKI,N25NEWS.com -Menindaklanjuti arahan Presiden Republik Indonesia Joko Widodo tentang peringatan pembayaran kredit oleh masyarakat dikarenakan persoalan virus corona atau Covid 19, yang saat ini seluruh wilayah di Indonesia terkena dampak dari persoalan tersebut.

Untuk itu akhirnya Bupati Kepulauan Tanimbar mengeluarkan sejumlah surat edaran bagi seluruh usaha kredit dan maayarakat di Kabupaten Kepulauan Tanimbar. Dalam menyikapi kondisi dari dampak persoalan virus corona atau covid 19.

Surat edaran yang dikeluarkan Pemerintah Daerah dalam hal ini Bupati Kepulauan Tanimbar diantaranta surat dengan nomor : 500/457 tentang keringanan tagihan rekening listrik dan air PDAM bagi masyarakat ekonomi lemah, surat Bupati nomor : 581/456 tentang penundaan penagihan kredit dan penurunan suku bunga pinjaman akibat dampak penyebaran virus corona, dan surat Bupati nomor : 500/455 tentang penundaan penagihan kredit dan penurunan suku bunga akibat dampak penyebaran virus corona yang ditujukan kepada sejumlah usaha kredit seperti CU, KSP, KSU dan Leasing Mandala.

Inilah bentuk kepedulian seorang pemimpin daerah terhadap masyarakat yang ekonominya lemah khususnya di Kabupaten Kepulauan Tanimbar, namun pada kenyataan dilapangan masih ada saja pelaku usaha kredit dikota saumlaki melakukan penagihan dengan dugaan pemaksaan terhadap masyarakat yang melakukan kredit pada pelaku usaha kredit tersebut. Akhirnya masyarakat mengeluh dan kecewa bahkan terjadi perang mulut antara penagih dan oknum masyarakat.

Masyarakat kepulauan Tanimbar meminta Pemerintah Daerah dan pihak Kepolisian segera menindak lanjuti persoalan dimaksud jika ada warga masyarakat yang melaporkan masalah tersebut. Karena para penagih kredit disinyalir tidak memahami surat edaran Pemerintah Daerah dan bahkan arahan Presiden Joko Widodo.

Untuk itu perlunya dilakukan pengawasan terhadap persoalan seperti begini yang membuat masyarakat ekonomi lemah takut dan merasa lebih susah lagi. Jika hal ini dibiarkan dikhawatirkan akan terjadi tindak kekerasan antara pengih kredit dan oknum masyarakat.

Beberapa warga kota Saumlaki yang dikonfirmasi wartawan media ini mengatakan,”Kami bukan tidak mau membayar tagihan kredit tetapi usaha rumah tangga yang kami lakukan tidak jalan karena dampak dari penyebaran virus corona sehngga kami minta kelonggaran dari penagih kredit tapi mereka ngotot kami harus membayar tagihan memang kami sempat adu mulut dengan penagih kredik karena mereka mau menyita barang yang kami kredit,”ujar warga yang namanya tidak disebut.

Kenyataan kondisi yang terjadi dilapangan seperti ini yang dialami oleh masyarakat dikota Saumlaki sehingga persoalan ini perlu disikapi serius agar tidak terjadi masalah yang serius dan berujung pada proses hukum.

Seharusnya persoalan ini harus dihindari karena masyarakat tidak melakukan unsur kesengajaan dalam hal tidak mau membayar tagihan kredit.Tetapi masyarakat mengacuh pada surat edaran dari Pemerintah Daerah maupun arahan Presiden. Bahkan ada dugaan oknum penagih kredit yang ada di kecamatan maupun di kota Saumlaki melakukan penagihan secara diam – diam kepada masyarakat.

Sehingga diharapakan kepada seluruh pelaku usaha kredit didaerah ini dapat memahami aturan dan kondisi yang terjadi di Kabupaten Kepulauan Tanimbar untuk ditindak lanjuti secara baik agar masyarakat tidak mengeluh dan kecewa terhadap tindakan yang dilakukan oknum penagih kredit dari salah satu pengusaha kredit di kota Saumlaki.

Reporter:Iman 

Editor : Redaksi

Related posts