Seorang Anak Bawah Umur Di Desa Arma,Dianiaya Oknum Guru Kontrak Yang Mabuk

  • Whatsapp

ARMA,N25NEWS.com-Tindakan kekerasan dan penganiayaan terhadap seorang anak dibawa umur (9) kembali terjadi di desa Arma Kecamatan Nirunmas Kabupaten Kepulauan Tanimbar.Ironisnya,pelaku yang melakukan penganiayaan tersebut adalah seorang guru kontrak yang tengah dikuasai minuman beralkohol (mabuk).

Adalah Yunus Yafur anak dibwah umur yang mendapat penganiyaan dan kekerasan dari Felesianus Futunanembun yang merupakan guru kontrak pada salah satu SD di desa Arma.

Akibat dari tindakan kekerasan dan penganiyaan tersebut Yunus Yafur mengalami luka memar pada beberapa bagian tubuhnya terutama kepala dan dahinya.

Saat dikonfirmasi media ini,orang tua korban yang merupakan petani sementara berada di kebun.Namun,atas informasi tetangga keluarga korban,masalah tersebut telah dilaporkan ke Kepala Desa Arma.

Adapun,Kepala Desa Arma,Isak Jambormias saat ditemui N25NEWS. com,membenarkan bahwa ada penganiyaan dan kekerasan terhadap anak dibawa umur dan laporan dari keluarga korban sudah diterima oleh pihaknya.

“Saya sudah menerima laporan dari keluarga korban,olehnya kita akan mencari solusinya,tetapi menyangkut kekerasan terhadap anak dibawah umur saya tidak serta merta mengambil keputusan,tetapi memberikan kesempatan kepada keluarga korban untuk melaporkan masalah ini ke pihak kepolisian,”ungkap Jambormias.

Adapun,kronologi dari kejadian tersebut terjadi pada bulan Mei (3/5/2021) sekitar pukul 22.00 WIT (malam),dimana oknum guru kontrak tersebut bersama rekan gurunya menuju rumah keluarga Korenus Batkormbawa untuk lakukan prosesi adat.Setelah,berada di Komplek Kolam ada segelintir anak-anak yang tengah berkerumun sambari bercerita dan ketawa-tawa karena ada cerita lucu, namun oknum guru kontrak tersinggung.

Kemudian oknum guru kontrak itu,berusaha menangkap anak-anak yang lari berhamburan,tetapi yang ditangkap adalah Yunus Yafur dan langsung oknum guru kontrak itu menamparnya sebanyak 3 kali,namun naas tamparan dengan kepalan tangan secara beruntung walaupun Yunus sempat menangkis akan tetapi tamparan mengenai kepala dan dahinya hingga memar.

Setelah melakukan aksi brutalnya oknum guru kontrak tersebut melampiaskan kata-kata makian kepada orang tua Yunus serta kepala desa dengan menyebutkan,kalau orang tua kalian tidak bisa ajar kalian berarti orang tua kalian bo***k dan juga kepala desa kalian bo***k.

Usai memaki-maki oknum guru kontrak itu pun melanjutkan perjalanan menuju rumah keluarga Korenus Pembuain dan pada trap depan rumah Laban Pembuain oknum guru kontrak tersebut kembali mengatakan “beta sudah bilang bapak Kades bo***k jadi silakan lapor beta”.

“Pastinya,keluarga korban sangat berharap pihak Polsek Nirunmas bisa cepat untuk menindaklanjuti kasus ini,”ujar Jambormias.

“Saya sangat sesalkan tindakan oknum guru kontrak tersebut yang notabene sebagai guru tentu memberikan suri teladan kepada murid,namun malah menganiaya anah dibawa umur dengan melampiaskan emosi secara brutal,hingga menyebabkan korban mengalami traumatis,”tambah Jambormias.

Lebih lanjut Jambormias mengatakan,kekerasan dan penganiayaan terhadap anak dibawa umur tentu berat,karena ada undang-undang perlindungan anak dan yang pasti ada ancaman hukum bagi siapapun yang melakukan kekerasan terhadap anak.

“Kita perlu tau bahwa setiap anak selama dalam pengasuhan orang tua,wali atau pihak lain manapun yang bertanggung jawab atas pengasuhan,berhak mendapat perlindungan,”jelas Jambormias.

Untuk itu,sebagai warga masyarakat yang taat hukum,”Saya mengajak mari berproses secara hukum,apalagi terkait dengan undang-undang perlindungan anak,saya dan siapapun tidak ada yang kebal hukum,maka itu,mari kita menghargai prosesnya,”tandas alumni IAKN Ambon ini.

Reporter : JIAS
Editor : Aris Wuarbanaran

Related posts