Tidak Berniat Jatukan Pemda Dan Satgas COVID-19 Kepulauan Tanimbar,Kepala UPBU Mathilda Batlayeri Klarifikasi Pernyataannya

  • Whatsapp
Kepala Kantor UPBU Mathilda Batlayeri Januaris Seralurin

SAUMLAKI,N25NEWS.com-Kepala Kantor UPBU Mathilda Batlayeri pada tanggal 01 oktober 2020, mengklarifikasi secara resmi pernyataannya melalui media online,yang menyebutkan bahwa buka,tutup,buka, tutup Bandara oleh Pemda Kabupaten Kepulauan Tanimbar (KKT),seperti permainan kanak-kanak di masa kecil dulu.

“Sedikit pun saya tidak berniat untuk menjatuhkan pemerintah daerah Kepulauan Tanimbar, Forkopimda, atau Satuan Gugus Tugas COVID-19,”ungkap Kepala UPBU Mathilda Batlayeri, Januaris Seralurin kepada N25NEWS.com,belum lama ini.

Menurut pandangannya,surat pertama yang dikirim tertanggal 17 Juni,hingga surat tertanggal 30 September 2020 mengenai kebijakan operasional penerbangan di Bandar Udara Mathilda Batlayeri,maka selaku operator bandara dirinya bertanggung jawab penuh untuk operasional,yang seharusnya pihaknya dilibatkan pada rapat terakhir.

“Perihal dibuka kembali penerbangan dalam seminggu dua kali (senin-jumat),itu menjadi dasar buat kami menyatakan sikap seperti PT. Wings Abadi Airlines dan PT. Susi Pudjiastuti Airlines.Dan saya perintahkan Kasubsi Bandara M Batlayeri untuk berkoordinasi dengan Kadis Perhubungan dan membenarkan bahwa pihak Airlines tidak diundang dalam pertemuan dimaksut,”tegas Seralurin.

Adapun,mengacu pada surat demi surat yang dikirim kepada pihak Bandara yang telah dilampirkan, bahkan ada surat yang membahas tentang penerbangan, namun surat tersebut ada yang tanpa tembusan ke Kantor UPBU Mathilda Batlayeri, kantor otoritas Bandar Udara Wilayah VIII di Manado yang membawai semua Bandar Udara di seputar Wilayah Maluku, Maluku Utara dan Sulawesi Utara.

“Ini yang membuat saya,selaku Kepala Kantor UPBU Mathilda Batlayeri berpendapat kita membuat kebijakan buka tutup Bandar Udara seperti permainan kanak-kanak semasa kita kecil,”jelas Seralurin.

Lebih dalam Seralurin menambahkan,satu catatan bahwa sedikit pun pihaknya tidak berniat dalam pikiran untuk menjatuhkan atau meremehkan kepala daerah setempat,dalam hal ini Forkopimda, Tim Gugus COVID-19 yang dibentuk pada tanggal 21 September 2020,yang juga dirinya dilibatkan dalam satuan gugus tugas ini.

“Untuk itu,saya selaku kepala UPBU Mathilda Batlayeri dan pribadi menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada Bupati Kepulauan Tanimbar,terkait pernyataan di media online yang mungkin kata-kata saya menyinggung dan kurang berkenan,kiranya dimaafkan.Selain itu,surat klarifikasi telah saya kirim tanggal 9 Oktober 2020 kepada Pemda Kepulauan Tanimbar,”tandasnya.

Reporter    : JIAS

Editor        : Aris Wuarbanaran

Related posts