Unit Penyelenggara Pelabuhan Saumlaki Di Minta Tertibkan KM Seraulun

  • Whatsapp
KM.Seraulun memuat BBM ilegal

AMBON,N25NEWS.com-Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan mempunyai tugas melaksanakan pengawasan dan penegakan hukum dibidang keslamatan dan keamanan pelayaran, kordinasi kegiatan pemerintahan di pelabuhan serta pengaturan, pengendalian dan pengawasan kegiatan perlindungan lingkungan maritime sebagaimana di maksut pasal 207 UU pelayaran.

Hal tersebut disampaikan aktifis Lembaga Aliansi Indonesia (LAI) Kabupaten Kepulauan Tanimbar (KKT),Jams Masela,kepada N25NEWS.com di Saumlaki belum lama ini.

Menurutnya,terkait dengan diduganya Kapal Motor (KM) Seiraulun,sebagai kapal pengangkut  yang dikhuskan untuk penumpang, namun kapal tersebut, diketahui dua minggu lalu telah melakukan aktifitas dengan memuat bahan bakar minyak (BBM),berjumlah delapan belas ton (18), menuju pelabuahan Tepa kabupaten MBD.

“Mendapat informasi tersebut,kami langsung menghubungi kapten kapal Seraulun,namun sang kapten beralasan sementara bersama kepala dinas perhunungan,”ungkap Masela.

Lebih lanjut,Jams menjelaskan,setelah pihaknya melakukan pengecekan keberadaan kapal tersebut ternyata sang kapten sedang berada di kapalnya yang sementara bersandar di pelabuhan Omlele.Selain itu,informasi dari salah satu sumber terdekat,kapal itu bersandar untuk memuat BBM,namun sumber tersebut enggan memberitahukan pemilik BBM tersebut.

Atas kejadian tersebut,maka Jams meminta agar kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Saumlaki untuk lebih memperketat setiap aktifitas yang diduga illegal di wilayah pelabuhan.Jams juga tegaskan syahbandar yang bertugas agar disiplin dalam penegakan hukum di bidang pelayaran,tidak boleh berkordinasi untuk hal-hal yang menyalahi hukum.

“Untuk itu,saya berharap Kepala Unit Penyelenggara Pelabuhan, Syahbandar, agar memanggil kapten kapal motor Seiraulun, untuk mengecek surat-suratnya, apakah benar ijin pelayarannya untuk penumpang atau BBM.Namun,jika terbukti kapal tersebut memiliki dokumen lengkap maka sudah barang tentu Syahbandar Saumlaki harus mencabut izin pelayaran kapal tersebut,”tandas Jams.

Adapun,untuk diketahui,pemilik delapan belas BBM illegal tersebut,telah dihubungi via telepon selular guna konfirmasi lanjut,namun yang bersangkutan belum bisa bertemu dan sengaja menjahui awak media.

Reporter : JIA

Editor : Aris Wuarbanaran

Related posts